Objek wisata enggak perlu melulu pegunungan atau kebun-kebun atau pulau atau pantai, menurut gue danau bahkan sungai pun bisa berpotensi untuk jadi objek wisata yang enggak kalah bersaing dengan objek wisata lainnya. Banyak kok sungai di Indonesia yang sepertinya ada lahan untuk dijadikan objek wisata.
Jujur aja gue seneng kok bisa berwisata ke tempat yang ada airnya. Gue pengen bisa dateng ke sungai yang jernih kaya di game Harvest Moon. Kita bisa tenangin pikiran disana, bisa ngobrol-ngobrol, santai-santai. Dengan sungai yang sederhana tapi membawa kesan yang nyaman.
Tapi sayangnya, di Indonesia jarang banget gue nemuin sungai yang jernih. Bahkan ke pelosok kota layaknya Pasuruan pun, sungainya tetep aja kotor, banyak sampah, dan limbah rumah tangga. Dalam hati gue bener-bener prihatin sama orang-orang Indonesia. Kalau aja mereka tahu dan mengerti juga berpikiran oportunis, mereka bisa benahi sungai-sungai yang ada di dekat mereka untuk jadi lahan objek wisata atau minimal sekedar memperindah daerahnya, karena sesuatu yang bersih pasti jatuhnya juga lebih indah. Gue yakin, bahkan turis Mancanegara pun berminat menyambangi sungai-sungai itu, asalkan sungai itu dirawat dengan baik dan mungkin aja bisa ditambahkan objek-objek lainnya yang mendukung dan membuat sungai tersebut terlihat beda.
Terinsipirasi dari berita yang baru aja gue baca di page facebooknya VOA Indonesia tentang
2 Warga AS Gelar Wisata Lomba Perahu di Sungai Bengawan Solo yang di post udah agak lama sih, 19 Februari kemarin, akhirnya muncullah postingan gue kali ini. As you can read, lomba tersebut di gelar dalam dua kategori yaiut balap perahu kano dan kreatifitas perahu rakitan, misalnya becak apung, kursi apung, tempat tidur apung, dan sebagainya. Lomba ini digelar di Bengawan Solo oleh penggagasnya yaitu Dough Chernoff dan Andrew yang asli warga Amerika Serikat yang sudah tinggal di Solo lebih dari setahun
Coba ya, penggelar kegiatan itu adalah orang asing! Serius deh, gue MALU! Malu gak sih justru orang asing yang lebih peduli sama aset kita? Ada satu ungkapan dari Michael Micklem yaitu juru bicara penyelenggara tersebut, "Kegiatan ini supaya orang Solo tidak memakai sungai sebagai tempat sampah. Kasihan, sekarang sungai dan kali disini semua sudah kotor. Masih ada orang yang buang sampah ke sungai, industri-industri buang limbah juga ke sungai. Bahkan ada sungai jadi WC. Mudah-mudahan kalau orang-orang itu melihat sungai bisa menjadi tempat yang nyaman, indah, dan bersih dari limbah, sampah, serta bisa dipakai untuk obyek wisata, mereka akan lebih mengerti dan lebih peduli menjaga kebersihan sungai,". Miris gak sih?

Apalagi di berita tersebut mengungkapkan ekspresi dari para warga Solo yang kelihatannya malu dengan kondisi sungainya. Nah kan, sekarang siapa yang malu? Mereka yang berbuat, mereka yang merasakan dampaknya. Gue juga pernah denger berita terjadi banjir di Bengawan Solo. Mau Sampai kapan mereka begini? Harus di sadarin? Harus terjadi bencana dulu baru mereka bergerak?
Ayolah warga Indonesia, siapapun kalian, mau tua muda, Solo atau dimanapun, sama-sama kita bangun negeri kita. Jangan cuma bisa menyalahkan menteri atau menunggu dukungan materil dari pihak atas, tapi berkaca pada diri kita. Introspeksi diri bahwasanya kitalah penyebab kotor itu di sana-sini. Mari bahu-membahu bersihkan daerah-daerah kumuh seperti sungai-sungai contohnya yang berpotensi di negeri ini. Lakukanlah dari hal terkecil dan termudah yaitu jangan membuang sampah sembarangan.
Ayo semangat menjaga dan membangun alam Indonesia untuk masa depan yang lebih baik! :)