Thursday, October 10, 2013

Patah Hati

Jadi, patah hati itu bukan sesuatu yang mengenakkan pun mengasyikkan. Pun aku rasanya tidak ingin mengenal kata "patah hati".
Ia membuatmu sakit, tiba-tiba rindu rumah, tiba-tiba malas bergerak, tiba-tiba ingin sendiri, tiba-tiba hilang percaya, tiba-tiba tidak ingin bertemu orang tertentu, tiba-tiba ingin menghilang, tiba-tiba mual, tiba-tiba perih, tiba-tiba bimbang, tiba-tiba menyalahkan diri, dan yang lain-lain yang semuanya serba tiba-tiba.

Kali ini aku berusaha mencoba, dengan semua hal yang datang tiba-tiba itu; bagaimana caranya peristiwa patah hati bukan membuatmu sekarat tapi justru lebih hidup.


Bagaimana?

Tuesday, October 08, 2013

Surat Untuk Layang-Layang

Hai riasan langit,
sudah seberapa jauh kau terbang?
ku rasakan arah angin tak menentu musim ini,
dan ku lihat kau terombang-ambing diatas sana.
Kau mau kemana, sayang? Kau mau kemana?

Lihat tanganku, benang gelas ini mulai melonggar.
Kertas perakmu bergerak tak karuan, ketenanganmu terusik.
Bambu penopang itu masih kokoh, namun tidak dengan jiwanya.

Ku kaitkan benangnya makin erat, makin kencang hingga kau tak hilang arah?
Atau biar saja ku lepaskan? Agar kau leluasa menjelajah dunia, mencari pelari yang lebih hebat.

Kepada Layang-Layang,
ini, terima suratku.





Cayman Island, October 8th 2013
-Your Kite Runner-

Secangkir Cerita Lalu

Secangkir teh yang kau hidu pagi ini
Muasal telapak rindu yang berbekas menjadi jejak

Secangkir teh yang kau terima siang ini
Suguhan berulang yang kau harap dapat menghilang

Secangkir teh yang kau kaca sore ini
Gerimis pukul 4 tak mampu sapu bayang kenang

Secangkir teh yang kau minum malam ini
Penanda masa lalu yang tak bosan merayu ingatan

Hingga nanti kau jengah dan ambruk
terlelap dihantam kelelahan.