Friday, June 28, 2013

Catatan Pagi

Sekitar pukul 7 pagi di hari Jumat.

Bukan sebuah rencana, aku memposisikan diri pagi ini diantara senyum raja ufuk timur dan pemandangan gunung di sebuah kota. Di dataran tak tinggi, angin dingin berhembus membuat tirai kulit meremang. Kemilau cahaya terpancar dari matanya yang tajam namun hangat, membuatku malu-malu untuk bertegur pandang.

Suara keheningan menggaung melahirkan bisu-seribu-bahasa dari bibirku. Seperti biasa, alam membuat pikiranku berperilaku seliar hewan hutan.

Lagi, tentang perjalanan yang masih ku lakukan hingga ke-hari dimana aku sudah tak mampu mengingat kapan tepatnya hari pertama kali semua ini bermulai. Ini hari ke berapa? Tentang jatuh-bangun yang nyata sayatannya hingga mampu membuat jiwa juga duniaku merunduk memohon ampun. Telaga penuh kisah kasih yang kedinamisannya ku akui mampu menenggelamkanku. Serbuk jelaga dan keping pelangi, semua merias membuat dinding pipi kau dan aku merona.

Kau sebut tak ada pilihan yang benar ataupun salah, cerdas atau tidak lah yang menentukan. Maka dari sanalah titik tanyaku berakar. Jika kebodohan adalah sebutan yang tepat, maka aku tahu kepada siapa aku harus menanyakan maaf. Hal yang rasanya sudah biasa, ketika homofon dalam bisa menjadi bisa. 

Kepada jalan yang menjauh, sol sepatuku berbicara. Aku tak mungkin lagi mencapai ketiadaan di ujung sana. Dalam lingkaran dilematis ini, aku masih memeluk besi gerbang mengayunkan pandangan tertuju pada ujung helai rambutmu. Memasang telinga berusaha menghapus ucapan kalau-kalau selamat tinggal itu datang.

Aku masih disini, memastikan, bahwa punggungmu itu tidak ingin menghadap wajahku.

Thursday, June 27, 2013

Di Dalam Kamu

Ada sesuatu didalam suaramu,
yang selalu membuatku lupa tentang bising kegetiran hidup. Pelepas lelah, pelipur lara. Jaring nada yang menggema, suaramu adalah lagu-sebelum-tidur favoritku.

Ada sesuatu didalam tawamu,
yang selalu membuatku ringan dalam melangkah. Bahwa masih banyak hal-hal lucu di dunia yang patut ku coba untuk tertawai. Seperti duka yang mencoba untuk mengkristal, getaran candamu lamat-lamat mencairkannya. Tak ada yang lebih menarik, daripada melihat bulan sabit milikku tertawa.

Ada sesuatu didalam genggamanmu,
yang selalu membuat jiwa hingga dasar relungku hangat. Lapis-lapis tanganmu melingkar memeluk batin yang kian renta. Kerapuhan diri, kau berdiri dibelakang sana, menengadahkan pertolongan bagiku yang mudah terbenam. 

Ada sesuatu didalam matamu,
yang selalu membuatku mampu berkaca. Bahwa kau dan aku memiliki beberapa kata penghubung yang sama. Lentera disana menyala, meneduhkan pandangan sembari menyuarakan kasih sayang. Senyum yang mengilat dari matamu bagai pedang melumpuhkan tungkai kaki, merunduk, aku bertekuk lutut.  Semakin hari buatku tersadar, dari matamu, aku selalu jatuh mencinta.

Saturday, June 15, 2013

15 Juni

Tentang 15 Juni 20 tahun yang lalu, seorang anak perempuan lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa. Muncul ke dunia sebagai anak ke dua dari dua bersaudara. Tumbuh besar sebagai anak yang berlimpah kasih sayang. Anak yang dikenal manja, cengeng, dan pemalu.

Tentang 15 Juni 20 tahun mendatang terhitung dari tahun 1993, terdapat seorang anak yang jiwanya terkungkung dalam tubuh perempuan dewasa. Menyatakan pada dunia bahwa jiwanya bebas selepas layang-layang. Bertekad menunjukkan bahwa bukan sebuah kerugian semesta memilikinya. Gambaran melankoli di sekat-sekat keceriaan yang tak pernah mati.

Dua puluh tahun - pencarian akan tanda-tanda diri semakin jelas. Pencapaian yang tiada batas masih terus dilakukan. Aku mengingat-ingat apa yang sudah ku berikan pada keluarga, para sahabat, orang lain, dan dunia. Keberadaan diriku untuk orang-orang terdekat. Sumbangsihku pada negara. Kedekatanku yang tak terhingga dengan Sang Pencipta.

Waktu yang tak singkat hingga mencapai angka ini, berjalan bersama cita-cita yang masih mengiringi di kanan-kiri. Dan aku masih bersyukur diberi kesempatan menjejakkan kaki hingga hari ini, hari perayaan kehidupan, yang kata orang-orang adalah hari yang istimewa.

Dengan tanpa permintaan-permintaan remeh, aku mensyukuri apa yang ku terima dan ku miliki hingga detik ini. Segala tangis duka juga bahagia yang menghampiri, aku berterima kasih karena semuanya meninggalkan arti

Harapan sederhana dan terdengar biasa masih ku panjatkan, tak ada yang istimewa. Semoga aku mampu menjadi wanita yang jauh lebih baik dari perkataan maupun perbuatan, semoga aku mampu menjadi lebih berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. 

Terima kasih - ku ucapkan pada segalanya yang ada di dunia ini. Kepada Tuhanku, yang begitu luar biasa menciptakan dunia yang tak habis-habis ku selami ceritanya. Kepada orangtuaku, yang sampai saat ini masih mau menghidupku. Kepada kawan-kawanku, yang senantiasa hadir menjadi bahu disaat duka menjadi tawa disaat suka. Kepada siapa saja yang datang, yang begitu baiknya menjadi tamu, mengetuk pintu kehidupanku, dan mampir di rumah hatiku. Kepada siapa saja yang pergi, yang pelan-pelan ataupun dengan cepat meninggalkan rumahku, menaruh jejak sejuta kisah yang dirasa tak akan lekang dilahap lupa.

Semoga masih ada kesempatan menyentuh hari ke dua puluh satu.



Masih banyak yang bisa kau cari, kau gali, kau selami, dan kau pelajari.
Selamat merayakan hari lahir, Risty.

Saturday, June 08, 2013

Hujan Sore Hari

Ku terima hujan-Mu,
karena bersama derasnya, sunyi ruang tak mengekang menjadi-jadi.
Badai sepi yang menderu sedikit tertutupi.

Ku terima hujan-Mu,
karena paling tidak, ia menghapus sedikit luka tak punya asa.
Membangkitkan secercah terang untuk membangun sedikit harap.

Dan ku terima hujan-Mu,
karena dari sana, aku sedikit mencari.
Bahwa di ujung hari pelangi datang menemui.
Di piringan langit, ia jadikan hatiku sekejap berwarna-warni.

Wednesday, June 05, 2013

Fieldtrip to PT Djarum - Kudus

The amateur travel-writer is back again! Kali ini gue jalan-jalan (bahasa kerennya fieldtrip) ke PT Djarum di Kudus. This event is presented by (HUMAS) HMJ Administrasi Bisnis 2013. Gue bukan panitia disini tapi (kayanya) penghibur  peserta.

Sepengalaman gue ngurus fieldtrip tahun lalu, fieldtrip kali ini enak banget. Disini rundown segala macem udah diserahin ke pihak Djarum-nya sendiri. Destinasinya banyak, dapet ilmu banyak, dapet makanan banyak, yah worth banget lah dengan biaya Rp 75.000 yang belum terpotong dana PRKP. Dan gue cukup beruntung berkesempatan kesini :D

Jadi, destinasi pertama kita ke bagian Sigaret Kretek Tangan (SKT). Disini tempatnya rokok kretek dirakit langsung pake tangan. Ada 60.000 lebih pegawai disini, dengan 57.000 lebih sebagai buruh dan 4000 lebih bagian marketing, tapi katanya jumlahnya bisa naik-turun. Dan gilak banget, baru masuk aja udah bau tembakau kepala gue sampe pusing. Ada fasilitas masker cuma sayangnya karena peserta utamanya anak 2012 jadi gue memutuskan mengalah :')


Bisa diliat kan itu semua buruhnya wanita. SE-MU-A-NYA. Kenapa? Jadi dulu sebenernya pernah para buruhnya itu semua laki-laki, tapi ini masalah psikologis dimana kalo cowok dikasih tau sama mandornya (yang juga cowok) biasanya jadi emosi sendiri. Nanti bakal ngaruh ke pekerjaan bukan? Maka dari itu jadinya wanita semua. Lagipula kalo ngasih tau ke wanita juga lebih enak, katanya. Dan gokilnya lagi, gue beneran ketemu "ibu kepala gedeg" yang pernah diceritain dosen gue. Spontan gue ketawa dari jauh. Tapi kalo dipikir-pikir kasian juga. Soalnya itu efek dari mereka kerja disitu saking terbiasanya ngelakuin gerakan yang sama, makanya jadi gitu :|

FYI, PT Djarum ini adalah satu-satunya perusahaan rokok yang masih jadi perusahaan keluarga (Indonesia), karena yang lainnya udah dialih-kelola sama asing. Dan ternyata, para industri rokok ini dilarang buat menanam tembakau sendiri, alhasil yang diuntungkan (dan memang seharusnya begitu) adalah petani tembakau. Itu udah regulasi pemerintah. Omzet mereka udah triliunan, tapi gue lupa ini sehari atau seminggu. Kayaknya sehari deh. Ya gimana nggak, PT Djarum ini udah ekspor tembus ke seluruh benua. 

Noted ya, gue disini nggak buat promosiin Djarum apalagi buat menghimbau untuk merokok.  Dan gue bukan perokok. Boro-boro mau ngerokok, boro-boro mau ahli isep asap rokok, dikepung asap sate ayam aja gue udah semaput :V disini posisi gue sebagai si-ingin-tau dan sebagai pihak yang netral. 


Nah gambar diatas ini pas pengerjaan pengeleman tembakaunya. Di lemnya pake tapioka. Gue sempet coba praktek langsung dan ternyata ya nggak susah. Tapi emang harus rapih betul. Proses seluruhnya ada di SKT ini, dari pengeleman sampe pengepakan hingga berkardus-kardus.

Setelah dari SKT ini kita lanjut ke bagian rokok filter. Jelas nggak ada dokumentasi karena ponsel dan bentuk alat elektronik apapun dilarang disini, karena disini udah bagiannya mesin. Gue bisa liat rokok-rokok itu dibuat dan pack-pack rokoknya jalan-jalan diatas gue gitu ada jalurnya. Bener-bener diatas gue persis. Ruangan pabriknya besar dan mahaluas (sampe kepikiran gimana cara nyapu ngepelnya). Suhu ruangannya 20 derajat celcius. Kalo di SKT tadi itu panas banget. Mesin-mesinnya dibeli dari Jerman. Yaelah harganya paling berapa sih ya itu mah geli-geli doang rasanya :V 


Lalu setelah dari pabrik rokok filternya, kita ke Oasis. Disini tempat utamanya adalah tempat pembuangan limbah. Tapi ternyata lahannya luas banget sob. Masukkin 3 Dufan muat kali. 


Blame my i-pod. Foto diatas itu tempat semacam kolam gitu deh, itu berisi limbahnya. Baunya nggak gitu ketara sih.


Dan yang gue takjub di lahan Oasis ini, dibuat semacam miniatur bola kok besar banget. Dan ada replika piala-piala dari Thomas-Uber Cup, Sudirman Cup, All England, dan masih banyak lagi yang sayangnya nggak gue foto karena sungguh matahari seperti mengecup ubun-ubun.



Mungkin karena kelebihan lahan terus bingung mau dibuat apa, makanya dibuat rumah adat Kudus :S and yes, exactly semua orang pada baru tau kalo Kudus punya rumah adat.

Selesai dari Oasis, destinasi selanjutnya adalah bagian office, dan disediakan ballroom buat kita. Masuk sekitar jam setengah 11an dan selesai jam 3. Disini ISOMA-nya dan tentunya presentasi. 

Disinilah tempat dimana mbak yang presentasi jelas pro pada para perokok (dan dia juga perokok aktif), dan menurut pendapat gue ya dia atas nama pihak Djarum semacam mendoktrin bahwa merokok itu bukannya baik, tapi nggak buruk-buruk amat.



Yang lucu adalah, ketika si mbak bertanya "kalo memang rokok tidak aman, lalu apa yang bisa dikonsumsi secara aman, sehat, dan dalam jumlah yang banyak juga?" dan di slide bilangnya air putih. Ya betul. Tapi akhirnya statement "air putih = sehat + aman" itu terbantahkan karena ada data tentang yang meninggal karena keracunan kebanyakan minum air putih. Sebenernya menurut gue apapun yang dilakukan secara berlebihan itu tidak baik. Apapun. Semuanya bisa jadi racun. Tapi kalo dibandingkan dalam kadar yang seimbang, hehehe tetep aja rokok itu tidak baik dibanding air putih (kecuali air putihnya nggak steril).

But who am I to forbid? Semua punya pilihan masing-masing. Perkara sakit atau nggak ya sebenernya orang nggak merokok pun punya potensi sakit berat yang lain entah itu ada kontribusi dari asap rokok atau yang lainnya. Kalo ditanya gue pro rokok atau nggak, ya sebenernya sih nggak. Karena buat gue pribadi, jaga badan yang sehat tanpa rokok pun udah susah gimana ditambah rokok? Kalo mau sok-sokan bawa-bawa alasan global warming, hahaha I have to admit parfum gue aja masih parfum semprot. Ya jadi sejujurnya ini masih lingkup diri sendiri. Hal yang lain, (terserah mau bilang katro atau gimana), gue masih menganggap bahwa perempuan merokok adalah sesuatu yang tidak baik. Gue berada di lingkungan dimana kawan-kawan gue pun juga perokok. Yang masih gue bingung, jadi sebenarnya dalam kasus ini, jika merokok dan tidak merokok merupakan pilihan, maka siapa yang menghormati siapa? Kalo di tempat umum, si yang bukan perokok menghormati dengan cara tutup hidung atau menjauh atau kipas-kipas meanwhile para perokok kaya sepur; terus para perokok menghormati mereka dengan cara apa? From the bottom of my heart, I'm purely asking :D

Back on the track, gue mau kasih tau kenapa ada yang namanya rokok kretek. Rokok kretek itu terbuat dari campuran cengkeh. Jadi awalnya, (if I'm not mistaken) pak Haji Djamihari itu punya sakit sesak napas. Dia yang pertama kali coba meredakan sesak napasnya itu dengan pake tanaman cengkeh tapi cuma dari luar badannya aja. Lalu dia berpikir, gimana caranya cengkeh ini bisa sampe ke paru-paru, intinya bisa dikonsumsi lebih mudah lagi. Nah akhirnya dibuat deh jadi campuran rokok. Rokok kretek adalah campuran tembakau dan cengkeh. Sedangkan nama kretek sendiri berasal dari sumber suara yang dihasilkan ketika rokok tersebut dibakar. Makanya, pak Haji Djamihari adalah pencetus rokok kretek, dan itulah mengapa Indonesia bangga punya kretek, karena merupakan temuan anak bangsa. 

Satu lagi sejarah yang baru gue tau. Kalian tau siapa perempuan yang jadi ikon SPG rokok? Bukan, bukan Cinta Laura :V dia adalah Roro Mendut. Lemme tell you the history. Jadi, Roro Mendut ini adalah perempuan yang terkenal karena kecantikannya. Cantik banget sampe akhirnya panglima besar kerajaan Mataram ingin meminangnya. Tapi Roro Mendut menolak, karena dia udah punya kekasih hati, dan selain itu dia cuma bakal dijadikan selir sama panglima ini. Terus akhirnya, si panglima ini marah kalo Roro Mendut nggak mau nikah sama doi, maka Roro Mendut harus membayar sejumlah pajak harian yang sangat besar. Roro Mendut emang miskin, tapi ternyata dia cerdik. Dia memanfaatkan kecantikannya buat jualan rokok di pasar. Tapi caranya nggak sama dengan para penjual rokok yang lain, walau yang lain juga sama-sama perempuan. Roro Mendut menjualnya dengan cara menawarkan rokok tersebut secara sensual, yaitu rokoknya di lem dengan jilatan darinya. Tambahan akal, ia juga menghisap rokok tersebut sekali-dua kali. Jadi, rokok yang dijual tersebut langsung dari mulut Roro Mendut sendiri. Praktis, siapa sih laki-laki yang nggak mau? Gue pribadi sih tetep aje ogah beli barang ada air ludah laki-laki walau ganteng sekalipun -_- Akhirnya dari situlah, Roro Mendut jual rokoknya dengan harga tinggi, dan berhasil deh buat bayar pajaknya. Dari situ pula Roro Mendut disebut SPG rokok pertama di Indonesia.


Rokok ini adalah rokok limited edition. Selain rasanya yang rasa buah, rokok ini hanya dipasarkan di luar negeri, (kalo nggak salah) Australi. Ada rasa cherri dan vanilla, tapi gambar diatas adalah rasa cherri. Tadinya sih mau ambil satu buat seseorang tapi nggak enak. Rokok ini sebenernya di jual di pasar luar untuk memenuhi demand dari konsumen wanitanya lho. Dan harganya muahal. FYI rokok-rokok yang di ekspor itu harganya mencapai Rp 70.000 lebih. Nggak mungkin dijual disini. Kalo mahal nggak ada yang beli, selain merugi untuk perusahaan, perekonomian Indonesia fix banget anjlok karena industri rokok penyumbang perekonomian terbesar. I'm wondering kalo penyumbang perekonomian terbesar kedua adalah beneran dari pulsa :V

 

Selesai dari office, the last but not least adalah GOR PB Djarum. Disini nggak ngapa-ngapain sih cuma liat ada calon atlet bulutangkis lagi pada latihan. Dari yang masih kecil udah jago banget, sampe yang gede-gede juga ada. And I officially pengen banget main badminton.






Then, we're now at the end of the show. I had a great time today. And I've done my work to report for the reader.


So, I'll catch y'all later on the next journey!

Sunday, June 02, 2013

The Heroes of Olympus: The Son of Neptune

I promise for the 2nd one, and taa-daa I come!


Okay, I'm back for The Son of Neptune. The 2nd book tells from Roman's side. There are Percy Jackson (actually from Greek), Hazel, and Frank. Yap, they're the other choosen Demigod. The Son of Neptune tells about Percy Jackson, he's son of Neptune-in Roman, or Poseidon-in Greek.

Actually, in Indonesia, the cover is the three who ride Arion-the special horse. This pic I got from www.rickriordan.com

Honestly, I got a kind of trouble in reading the second book, because all Gods name changed. I've been familiar with Greek names, now from the Roman's. Pretty confused.

It tells the story of the mission of the three. Mission against Gaea's child, Alcyoneus, a creepy huge-giant. (Can you imagine a-huge-giant?). But the most important figure here isn't Percy Jackson but Frank Zhang, son of Mars-in Roman, Ares in Greek, the God of war. Frank is the leader of this mission. But somehow, I think their strength in this second book is really "fantasy". That is, when I compared to the first book, the power of Jason, Piper, and Leo, are more realistic. Every each Percy, Hazel, and Frank use their strengths, I always say "Wow Gilak!" or "Shit dude, no way!"

Surely this mission also given by Juno (Hera), and obviously the three of them successfully completed. Again, the ending is hanging. Ended by the arrival of Leo's warship with his friends to the Romans to join Percy and the gang.

But somehow I prefer the first book, I get more emotional. Don't forget, the love story too, hahaha.

That's all I can give. Well, #1st NYT Best Seller won't dissapointed you :D


See ya on the next babblement. Hasta La Vista!

The Heroes of Olympus: The Lost Hero

WOW it's been a long-long time since I didn't make any comment or synopsis or whatever it is from the book I read. Well, here it goes.

I've read The Lost Hero, this is the 1st book of The Heroes of Olympus. It's Rick Riordan's. For you or those who love fantasy, Riordan will bring and drown you. It's kinda greek mythology. What I love is, when he tries to push us to think, imagine, and keep guessing what will happen. You know, you should buy a book which makes you think not just read and that's all. You'll got nothing, I bet.

The 1st book tells you from Greek's side. I knew anything. Their myth, their paradigm, their way of life. And the interesting one is I can learn much from this book. At least a lot of knowledge increases, hahaha. For you to know, I finished it in just 4 days. 586 pages in just 4 days?! Is it cool, isn't it?! 

Jason (actually from Roman), Piper, and Leo are the main character here. They're actually the 3 of 7 chosen Demigod who will fight Gaea and the-what will I say-crossbred (?) who want to destroy Olympus. Gaea is the mother earth, she takes evil position. These special Demigod are formed by Hera who wants the Demigod and Olympus Gods unite against Gaea and the gang. However, the imperious Zeus closed his eyes about their power. Therefore, Hera makes a mission that must be endured by the three, in order to make Zeus realize, the demigod can't be underestimated. Jason is the son of Zeus, the oldest God in Olympus.

Anyway, the main character of all is Jason, but somehow I prefer Leo. Leo Valdez. He's humorous and witty. Yap, I choose him.

In each book, which essentially tells the story of a mission undertaken by the choosen Demigod. And Riordan successfully made ​​my heart stopped because of an hanging ending. And it becomes the strongest reason for me to bought the 2nd book immediately.

So.........what are you waiting for?! Go and get it!


Errh actually I'm not here to be such a SPG (Sales Promotion Girl not Super Power Girl). But I really recommend you for this book. Guys, it's #1 New York Times Bestseller. You know people's taste.


Coming up for the 2nd one, I'll see ya!