Friday, September 07, 2012

Foto

Tahu tidak,
benda paling menenangkan sekaligus menyakitkan yang pernah ada
Lebih dari sebilah pisau yang dapat menembus daging
Lebih dari senapan yang dapat mematikan raga
Lebih dari benda tajam apapun dengan segala seringai mengerikannya
Kau tahu benda itu?

Foto
Foto bagai formalin yang mengawetkan rupa kenangan
Takkan membusuk pun membau
Dari raut binar berlapis cahaya
hinggan raut masam berlapis duka

Foto
Foto bukanlah pisau pun senjata api
Namun kuasanya sanggup melemahkan jiwa terkokoh
Menyayat relung tak tembus pandang hingga sampai ke dasarnya
Membelai manja diri
dengan gugusan masa lalu yang indah

Sesekali membisu
meminjam waktu
Tertidur pulas dalam damai kenangan

Foto
Foto terlihat berbahaya
Kau akan dibuainya
dijemputnya pulang
Sampai nanti kau tertinggal tanpa daya
tanpa upaya
Habis dilahap renungan memoria

Wednesday, September 05, 2012

Untuk Masa Depan

Aku berdiri di tengah laut menahan debur ombak
dengan tangan hampa penuh doa
Gelombang pasang berbalik pulang
dan nyawa ini masih terpasang

Tak mungkin kedatangannya dapat dikelabui
Beramai-ramai ombak itu kembali
Siapa sangka batu karang tak kuasa menahan?
Aku tenggelam dalam pelukannya
Pelukan samudra

Butiran kata tak terucap
terkunci manis dalam kotak tak bertuan
kotaknya berlapis baja
Hanya alunan nada terbang mengawan terlalu indah di angkasa
Namun sisanya membisu terbaring lemah tak berdaya

Bagai ingin melihat harimau berkulit buaya
Bagai ingin melihat diriku bersarjanakan DR
Bagai ingin melihat jemariku menyentuh kapas biru milik Yang Kuasa
Aku bertanya pada semesta
Semesta hanya meneteskan satu makna
Satu makna penuh tanya dalam asa

Menunggu

Ya, aku harus menunggu
Menunggu waktu mengantarkan
ke dalam tempat yang bahkan belum saatnya aku tahu
Kita menyebutnya... masa depan