Sunday, December 30, 2012

Secangkir Teh Pengingat

Secangkir teh setengah hangat pagi ini mengingatkan,
menjadi musim tidaklah menyenangkan.
Ia hanya sementara, terkadang diinginkan, terkadang tidak.
Ketika membawa badai, Ia dicaci.
Ketika membawa sejuk, Ia dipuji.

Aku? Aku tidak pernah bermimpi menjadi musim.
Harus tegar dan kokoh disaat orang-orang membicarakan atau menginginkan musim lainnya.
Namun sepersekian detik melayang dibuai kata-kata manis memuji.
Ketika musim memiliki perasaan, apa iya Ia merasa dipermainkan?

Diantara ketiada-abadian, setidaknya masih ada teman sepanjang waktu, sepanjang hidup.
Udara?
Diinginkan atau tidak, Ia tetap dibutuhkan.
"Sang Surya Menyinari Dunia" pun memiliki masa untuk menghilang.
Aku rasa tidak dengan udara.
Keberadaannya tidak terlalu nyata, tapi dapat dirasakan.

Lalu aku ingin jadi apa? Tidak tahu.
Aku ingin menjadi nyata. Senyata-nyatanya, untuk seseorang.
Ada, sampai akhir hayat, selamanya.
Bukan hadir, untuk dilupakan.

Saturday, December 29, 2012

Another Spontaneous Post

First, I don't know why I should post at this time (5.09 AM). Second, I don't know why (again) those damn things such as thoughts attack my whole mind and I can't possibly continue my sleep and have to throw it all away -_-

Semakin hari gue semakin menyadari bahwa, tidak banyak orang bisa mengerti apa yang gue rasakan. Gue enggak tau apa ini rumit aja apa rumit banget atau enggak ada rumit-rumitnya acan, tapi maksudnya..apa yang gue alami sekarang adalah masalah psikologis yang gue sadari sendiri (barusan) itu kacau banget.

Gue baru saja menyadari bahwa ternyata gue memang move tapi bayang-bayang itu susah lepas. Masalahnya yang keinget bukan yang manis tapi yang pait, gimana dong? Semua tindakan orang lain, siapapun itu, bisa bikin otak gue konslet sendiri dan keinget bahwa apa yang dilakukan orang tersebut pernah dilakukan seseorang di masa lalu. Catat, perlakuan pait. Di sisi lain gue menantang diri sendiri untuk bisa lawan itu semua. Iya kok gue lawan. Dan di sisi lain gue jadi kaya, "kok rasanya gue pernah diginiin". Gue udah enggak ada urusan dengan kenangan manis masa lalu, tapi orang sakit cacar emang bekasnya cepet hilang? Ya walaupun gue enggak pernah cacar sih -___- okedeh analogi yang lain. Lo dilempar pake batako segede gaban dan itu tepat kena di dada lo. Bolong, sakit. Ya itu. Ketika gue pake analogi "batako", percayalah gue sama sekali enggak hiperbola.

Tapi sekali lagi, luka lebamnya itu di kulit dan cacat sampe dalem, maksudnya ya masih bisa ditutupin baju. Ya kan? Dan gue mencoba pake baju baja, yang enggak tau beli dimana.

Bayang-bayang itu kaya dementor yang selalu ngikutin, kecuali gue tidur, dan kecuali gue sama dia. Kita suka ketawa, kita suka diskusi, kita berimajinasi, kita lucu. Dementor itu kerjanya menyedot kenangan manis, sedangkan dementor yang ini mengeluarkan kenangan buruk yang bisa bikin :) jadi :( atau jadi :| juga bisa.

Gue udah lakuin hal-hal itu. Gue udah pasrah (saat itu), dan berdamai dengan keadaan, berdamai dengan waktu dan rasa sakit. Gue udah berdamai dengan duka. Gue membiarkan mereka masuk karena rasa sakit semakin kita melawan semakin dia menjadi-jadi. Tapi itu kemarin. Gue tau saatnya sekarang bukan waktunya lagi gue menya-menye diisengin dementor. And I'm on my way to fight it.

Ada perasaan bersalah ketika gue merasa diluar kontrol, membandingkan secara enggak sadar orang yang saat ini dengan yang dulu. Karena gue tau rasanya nyakitin banget. For you to know, I apologize for what I've done, I didn't mean to do that.

Di sisi lain, ada semacam monolog yang selalu muncul disaat orang mungkin merendahkan atau menganggap sepele, "Kalian enggak pernah ngerti apa yang aku rasain. Semuanya. Sedalam apa, sehitam apa, selebam apa. Kalian enggak akan pernah mengerti. Karena kalian hanya melihat permukaannya. Mungkin sebagian mengerti, sebagian tidak (mau) mengerti. Tapi percayalah, aku mencoba melepaskan diri dari itu semua. Aku mencoba menyembuhkan diriku sendiri. Dan pada akhirnya kalian enggak akan pernah tau hasil nanti seperti apa. Yang jelas, aku enggak akan ngecewain seseorang selanjutnya dengan 'hal bodoh semacam itu'. Dan aku harap kalian mendukungku,".

Well, half of my godamn thoughts has just came out. Sleepy slowly comes and attacks.

And for the epilogue.. umm it might be a little off topic..
Thank you for staying beside me. Thank you for helping me.
Good morning, the-cold-one.
Good morning, universe!

Wednesday, December 26, 2012

Mu

Aku jujur atas semua rasa
Aku tidak bermain, Aku tidak bersembunyi
Aku tidak menutup mata, Aku tidak memalingkan hati

Aku pasrah
Aku tidak berani melawan
Kecintaan ini terlalu mulia untuk diperangi
Ketulusan ini terlalu jahat untuk dihitamkan
Aku pasrah dalam keadaan

Aku mencoba siap,
jika kau ingin pergi;
jika kau ingin membunuh;
jika kau ingin berlari

Kamu..
Rumah yang selalu menjagaku di saat-saat terakhir
Samudra yang tak habis untuk diselami
Pesulap yang lihai memetik bulan sabit
Cermin yang tak lelah menggali yang ada dalam diri
Secangkir teh yang selalu menghangatkan pikiran dan imaji hati
Alunan nada yang kerap menemani perjalanan
Kotak tawa pemecah pilu

Layang-layang yang setia terbang di angkasa hati

Sejenak, lupakan semua gundah, lupakan semua duka
singkirkan batu penghalang, dan perhatikan baik-baik

Hitam diatas putih, Aku mencintaimu.




(Bekasi, 26 Desember 2012. 16.15 WIB. Hujan. Dingin. Kamar biru)

Friday, December 21, 2012

Kata

Pelan-pelan. Dia. Kami. Peduli. Menyayangi. Walaupun.

Saturday, December 01, 2012

The Unsaid Thing

Dua kali aku mendapat posisi ini
Dua kali aku dihantam berbagai perasaan tak terlukis
Dua kali mendapat komentar tak terayak
Dua kali terjebak dalam perasaan bersalah
Dua kali bertanya-tanya tentang semua yang terjadi

Ya, hidupku sangat berwarna

Mengais sedikit dukungan diantara cibiran yang datang perlahan
Mengais gumpalan kekuatan, menambal bagian-bagian yang rapuh
Mengais berbagai tawa menyamarkan raut duka

Namun diantara sekian banyak rasa, aku bersyukur
Aku masih bersyukur
Bersyukur dengan segala sekelumit perasaan yang hadir
Bersyukur dengan rasa cinta ini
Bersyukur dengan semua jalan cerita ini
Bersyukur dengan kehadiranmu yang menghalau masa lalu, menempatkanku pada masa kini

Dan diantara semua ini, ada yang ingin aku sampaikan,
Tuhan, semoga kecintaan yang hadir ini tidak pernah salah, semoga Engkau membawaku selalu pada jalan yang benar, semoga aku tidak menyakiti hati orang lain
Namun jikalau semua ini salahku, aku minta maaf
Semoga Kau melindungi orang yang ku sayang, dan semoga Kau memaafkanku
Aamiin