Monday, May 03, 2010

When Mother Earth Meets Heat..

Baru tadi, gue nonton acara ringan semacam berita di salah satu stasiun televisi, dimana tayangan yang berdurasi 30 menit itu mengulas tentang bumi ini. Bumi kita, bumi yang sedang sakit, dan sedang terancam keberadaanya. Terancam binasa, karena para penghuni omnivora yang telah beranak pinak dan hidup di atasnya.

Sedih.. Bumi udah ikhlas kita dudukin, udah ikhlas kita tinggal di atasnya, tapi kita malah menyakitinya. Kita bikin dia demam. Kita bikin dia panas. Dia sekarang sakit. Bumi sakit. Apa buktinya? Naiknya suhu di tiap wilayah. Itu BUKAN karena ulah dia sendiri. Itu ulah kita! Dan naiknya suhu bumi, bukan perkara ringan. Ini akan jadi bencana besar yang dalam jangka panjang akan menghantam kita. Siapa yang kena? Anak cucu kita.. Itu baru salah satu bukti.


Pemanasan global itu perkara terbesar yang lambat laun bisa menghancurkan bumi. Darimana bisa pemanasan global? Ngga usah yang rumit-rumit, cari aja yang paling sering kita manusia lakukan: MEROKOK, PENEBANGAN POHON, PAKAI AC BERLEBIHAN, PAKAI MOBIL PRIBADI YANG ISINYA HANYA SEORANG, dan masih banyak lagi. Asap rokok dan asap mobil itu tidak sampai keluar bumi, justru terperangkap di dalam atmosfer dan dipantulkan kembali ke bumi. Waktu gue lagi di Jakarta, gue di dalem mobil, dan waktu itu lagi macet banget jalanannya. Terus gue nengok dari jendela ke langit, bayangin aja, langit pagi hari jam 9 yang seharusnya warnanya biru cerah, ini jadi putih keruh, putih butek. Apa penyebabnya? Asap dari kendaraan, dan juga asap pabrik pastinya. Terus gue di Bekasi, pas lagi naik motor iseng ngeliat langit, dan itu warnanya bagus. Jernih untuk ukuran langit yang cukup sehat. Ngga percaya? Coba aja sendiri.. Dan sesaat gue bersyukur dalam hati, Alhamdulillah gue tinggal di Bekasi :P

Sekarang masalah penebangan pohon. Maaf ya, gue tuh agak kesel dengan para pengusaha yang rakusnya minta ampun. Tamak, buas, yang di otaknya cuma bisnis dan harta. Terus terang kalo dibilang bego sih ya emang bego mereka.. I apologize if those words are too rude, but indeed, i really HATE those greedy businessmen!! Mereka nebang hutan yang berisi pohon yang justru multifungsi bagi keseimbangan alam, hanya demi kepentingan mereka! Padahal kalo mereka mikir panjang, yang katanya "cuma nebang beberapa pohon" itu memiliki dampak yang bercabang. Pohon ditebang, wilayah tersebut jadi panas; kebakaran di hutan yang di akibatkan oleh panas tersebut, dan asapnya bikin polusi yang akan tertahan di dalam bumi; kalo hujan datang, ngga bakal ada penyerap air, banjir karena hutan gundul; binatang-binatang bisa kepanasan ngga bisa makan terus mati. Terus pertanyaannya, yang mau nanggung siapa? Presiden?! Siapa yang otaknya agak minus sekarang?



Sekarang, kita ngeluh-ngeluh kepanasan. Gerah. Bumi katanya kaya neraka (padahal belum pernah ngerasain neraka kaya apa. Kayanya malah neraka jauh lebih panas). Tau ngga? Sekarang suhu di bumi naik terus di setiap tahun. Walaupun cuma naik 1 derajat celcius tapi itu kan suatu perubahan yang lambat laun bakal lebih parah. Presentase es mencair di Kutub baik di selatan maupun utara juga meningkat. Dan itu berakibat naiknya volume air laut yang nantinya bisa menenggelamkan daratan.


Ngga kasian sama beruang-beruang kutub disana? Penguin-penguin juga? Mereka ngga pernah nyakitin kita, tapi kita sekalinya berbuat malah menghancurkan tempat tinggal mereka. Kasian ngga?


Bahkan gue juga denger, katanya ngga menutup kemungkinan untuk terjadinya lagi kejadian yang pernah di alami Nabi Nuh. Air bah. Kalo diliat dari logikanya sih juga masuk akal aja. Menyeramkan ngga sih? Itu bukan musibah atau bencana dari Allah. Jangan selalu mengaitkan semua kejadian, dengan pernyataan bahwa itu datangnya dari Allah. Maksud gue dengan peryataan kaya gini, "kejadian itu di kasih sama Allah karena Allah sayang sama kita. Ia sedang menguji kita,". Ngga semua, kawan. Ngga semua kejadian alam itu di datangkan untuk kita karena Allah sayang sama kita. Tapi bukan maksud gue Allah ngga sayang sama kita, kalo itu sih mana gue tau. Tapi ya, kita udah membuat alam ngga seimbang dengan membinasakan sebagian ekosistem, kita yang udah ngebuat bumi sakit. Masa iya Allah ngasih bencana karena Ia sayang sama kita? Dengan kata lain, Allah sayang dengan umatnya yang udah menyia-nyiakan dan merusak ciptaanNya? Nonsense.

Sebenernya masih banyak unek-unek gue, dikarenakan gue tuh sedih, mau nangis. Kita takut sama kiamat, tapi kita juga ngga tanggung-tanggung ngerusak alam. Padahal kan, kiamat itu dimulai salah satunya dari bencana alam, sedangkan kita juga ikut berpartisipasi dalam rusaknya alam yang berakibat bencana itu. Apa salahnya sih kita ikutin aturan main buat nyembuhin bumi? Yang paling mudah ya menanam pohon. Pohon kan adem. Mengeluarkan oksigen disaat kita beraktivitas di siang hari. Siapa yang rugi? Ngga ada! Mana ada orang rugi dikasih adem sama oksigen? Pohon itu juga menyerap gas-gas kimia, menyerap air. Ngga bakal ada banjir, dan setidaknya kita mengurangi pemanasan global. Gue baca di suatu situs, pemanasan global udah ngga bisa di "mati total" kan. Yang ada kita bisa mengurangi. Tapi itu jauh, jauh dan jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.


Semoga gambar dan juga tutorial di atas ini bisa ngasih kalian pencerahan, gimana caranya melakukan "sesuatu" untuk bumi kita. Kasian, bumi kita udah kepanasan. Jangan pernah mengatakan "malas" apalagi "tidak" untuk masa depan kita. Kita yang masih muda, kita yang melakukan perbuatan buruk yang mengancam bumi, justru nanti kita yang akan merasakan dampak akhirnya yang akan lebih parah dari yang kita duga.

FYI, coba klik disini tentang terjadinya pemanasan global.

Ayo kawan, mari sadarkan diri kita. Dan berbuat sesuatu yang positif demi bumi dan anak cucu kita nantinya!! Sayang diri, sayang hidup, sayang bumi! Kuatkan niat positif mu dan kuatkan imanmu!! :))

No comments:

Post a Comment