"Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah"
Sehabis baca Manusia Setengah Salmon, banyak kalimat-kalimat penggalauan yang bikin gue termenung sendiri. Contohnya kalimat diatas. Yap, to be honest, it's really me. Dimana gue berusaha untuk pindah dari hati yang lama ke hati yang baru.
Memori gue selalu ke flashback ke masa pascaputus yang justru jauh lebih menyeramkan dan gue bener-bener sama sekali gak pengen untuk ngingetnya, tapi ntah kenapa keinget terus. Gue inget saat-saat dia justru menjelek-jelekkan dirinya sendiri, baik perlakuan dan perkataan. Supaya gue bisa move on, supaya kita gak bisa balikan. Gue gak tau sampai detik ini kenapa dia kaya gitu. Ntah mungkin di "belakang" gue sebenernya udah ada seseorang yang sekarang udah jadi pacarnya, atau ada maksud lain ntahlah gue gak ngerti. Yang jelas, bagian itu bener-bener paling menyedihkan. See? Kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang.
"Proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapapun yang kita temui dengan mantan pacar."
Gak munafik, hal ini kadang suka gue lakuin...dalam hati. Dikala sendiri dimanapun gue berada, gue udah kaya orang gila suka ada dialog sendiri sama hati gue. Pas gue ngeliat orang yang gue suka, secara gak sadar otak gue nginget dia dan mikir apa bedanya dari mereka. Tapi mungkin karena gue juga belom ada pacar baru lagi, gue gak begitu sering yang namanya banding-bandingin. Otak dan hati gue udah ke-set, selama dia bisa bikin gue nyaman, everything will be fine.
"Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan ditempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa kita dapatkan tanpa melakukan perpindahan."
Positif thinkingnya adalah, gue keluar dari zona nyaman gue, gue melakukan perpindahan untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih baik lagi. Gue berani ambil tindakan, broke up, menjalani hari-hari dengan membiasakan diri dengan menghapus kebiasaan yang udah setaun dijalani, dengan asumsi dan harapan positif: mencapai kehidupan yang lebih baik, atau spesifiknya, seseorang yang lebih baik.. Jujur itu semua gak mudah. Tanpa ada seseorang lain yang nyembuhin luka itu sendiri. Gue gak mau cepat-cepat cari yang baru, gue takut dia hanya jadi pelampiasan gue. Saat seseorang yang sedang atau baru sembuh dari luka dan dia mendekati seseorang lain, perbedaan antara menjadikan orang tersebut pelampiasan atau tidak itu sangat tipis dan samar. Mulut bisa bilang, "pelampiasan? Gila kagak lah jahat banget gue!", well tanpa mereka sadari, they did.
Dikala sendiri, kebiasaan gue sekarang lebih suka merenung, introspeksi diri, baca-baca tweet pepatah atau yang lain yang bisa memotivasi gue. Kalo udah mulai galau, baru gue stel Paramore atau lainnya semacam musik keras pencegah kegalauan. Atau kalo udah terlanjur galau, yaudah deh terusin aja dengerin Kings Of Convenience, Adhitia Sofyan, David Archi, atau yang paling suram sekalian Angel nya Sarah Mclachlan.
"Foto mesra sepasang kekasih bisa pindah dari pigura ke tempat sampah sehabis mereka putus."
Gue gak punya pigura yang memajang foto kita berdua. Tapi foto-foto kita di laptop masih belom gue delete tapi gue masukin ke folder dalam folder yang gak terlihat oleh mata gue kecuali gue iseng nyari-nyari. Gue cuma mau delete foto-foto itu disaat gue udah bersama seseorang yang baru. Dan yang menjadi pertanyaan gue, dimana foto kita berdua yang dia print dan dia taruh di binder kuliah dia? Gue yakin foto kita berdua di laptop dia udah di delete dan tergantikan sama foto-foto dia dengan pacar barunya. Oh ya satu lagi, dimana foto gue masih bocah yang juga dia taruh di binder dia? Lemari? Atau tempat sampah?
Tiba-tiba gue kepikiran, apa ya perasaan dia dengerin lagu "Paramore - My Heart" yang dulu dia pernah bilang, "lagu ini tuh kamu banget deh.." disaat sekarang? Atau "Paramore - When It Rains" dimana dulu dia pernah juga bilang, "Tiap denger When It Rains yang aku bayangin selalu sama kamu naik motor, jalanan basah abis ujan. Walau liriknya rada gak nyambung..". Apa perasaan dia kalo lagi makan takoyaki yang notabene itu adalah makanan Jepang pertama yang gue kenalin ke dia dan kita biasa makan itu di Giant. Apa perasaan dia kalo denger lagu "D'Masiv - Semakin" yang pas ada lagu itu kita lagi di mobil dia menuju rumah gue mau tahun baruan dan dia senyum-senyum denger lagu itu terus dia bilang, "kamu pacar pertama yang aku ajak naik mobil loh hehehe". Apa perasaan dia kalo liat Ashanty dimana dia pernah bilang, "tiap liat Ashanty aku inget kamu mulu -_-". Apa perasaan dia kalo denger "Endah n Rhesa - When You Love Someone" dimana lagu itu adalah lagu kesukaan kami berdua semasa masih pdkt dan kita berantem becanda di twitter bilang, " A: lo juga suka? Ngikutin.. R: lo yg ngikutin! Gue suka duluan wek! ". Apa perasan dia kalo lagi di eskalator di mall mengingat dulu kalo kita lagi di eskalator turun pasti posisinya dia dibelakang gue sambil meluk kepala gue. Apa perasaan dia kalo liat Shaggy dimana 'Shaggy' sendiri adalah panggilan sayang gue buat dia (dulu). Apa perasaan dia kalo liat Jessie dimana itu adalah panggilan sayang dia buat gue. Dan yang paling inti, apa perasaan dia kalo liat/nonton Toy Story 3 dimana film itu adalah film bersejarah yang mengawali awal dari pertemuan kita. Semua pertanyaan itu dan masih banyak pertanyaan lagi gak akan mungkin kejawab. Gak akan mungkin...
Dan jawaban yang gue buat sendiri di otak gue adalah, "dia mungkin inget.. Mungkin ada perasaan. Tapi semua udah kalah duluan dengan hadirnya perempuan baru itu dengan segala memori baru yang mulai mereka rajut.. Kenangan tinggal kenangan.."
Gue pernah berpikir sama kata-kata dia dulu, "aku optimis banget jodoh aku itu kamu. Aku inget kata Frau yang tiap liat alis aku yang nyambung ini dia selalu bilang 'A**, itu jodoh kamu pasti deket rumah' dan itu gak diomongin Frau sekali yaang, tapi berkali-kali tiap dia ketemu aku." Dan gue cuma mengamini sambil senyum setelah dia mengakhiri ceritanya. Rumah gue dan dia emang deket. Makanya itu kita suka main malem-malem, bisa baru balik sampe jam 10 karena jadwal gue pacaran cuma sampe jam 10. Maklum anak SMA. Dan gue mempertanyakan semua kata-katanya dia, apa iya? Dengan semua keadaan yang kaya gini. Dengan semua apa-yang-terjadi-saat-itu. Dengan janji perempuan itu sama dia untuk jadi yang terakhir. Yah.. Perasaan gue sih datar-datar aja sekarang. Cuma penasaran.. Bener atau gak?
Gak munafik, sampe detik ini ada sedikit harapan kecil untuk bisan kembali seperti dulu. Gue selalu mempertanyakan, apa iya dia sayang beneran sama gue selama setahun ini? Kenapa dulu sehabis broke up, dia cuma pasrah dan justru cepet banget pindah sama yang lain? Beberapa orang yang gue curhatin memiliki pendapat yang sama, "denger ya Ris, seharusnya kalo dia sayang beneran sama lo dia akan memperjuangkan cintanya sama lo. Apalagi pas ada keputusan dari lo untuk balikan ya kan? Sama kaya lo yang mau berubah pikiran walau tau apa yang udah terjadi sebelumnya, tapi lo ya gak gubris itu ya karena lo sayang. Sesakit-sakitnya seseorang, kalo udah sayang beneran, pasti ada sesuatu yang buat mereka mau berjuang dan balik lagi. Lagipula kasus lo kan bukan ngeduain. Jadi, kali ini pakai logika lo, lo ambil kesimpulan sendiri.". Gue cuma diem.
"Jika dalam cintamu, hatimu lebih sering terluka daripada digembirakannya, maka lepaskanlah dia dari genggaman penuh khawatirmu. Jika dia memang cinta sejatimu, dia akan kembali sebagai belahan jiwa yang memuliakanmu. Tapi jika dia tak pernah kembali, maka memang dari awal dia tak pernah direncanakan bagimu. Hapuslah sedihmu, indahkanlah dirimu, dan harumkanlah ruang tamu dihatimu bagi cinta yang baru." - Mario Teguh.
Pepatah Pak Mario yang ini bener-bener pas buat gue. Dan sejak gue baca dan memahami semuanya, hati ini jauh lebih ringan untuk melangkah kedepan. Kalo dia emang jodoh gue juga pasti balik lagi mau gimana juga caranya. Tapi kalo dia gak balik? Berarti seseorang yang insya Allah jauh lebih baik ada didepan sana sedang menunggu untuk gue :) Inget satu kalimat di lagu Renegade nya Paramore "I'll keep running..". Gue akan terus berlari, gue gak mau tenggelam di masa lalu penuh harapan kosong. Gue bakal terus lari mengejar apa yang seharusnya gue kejar dan perjuangkan, dengan atau tanpa seseorang disamping gue.
Cukup postingan penuh galau kali ini. Sekarang tanggal 10. Besok tanggal.....
Well, catch ya later! ;)
No comments:
Post a Comment