Lagi-lagi aku terjebak. Terjebak dalam perasaan abstrak. Galau, kata orang-orang. Dan satu hal yang aku sadari, galau itu datang dengan sendirinya. Tidak dibuat-buat :)
Aku...rindu. Rindu rumah. Aku rindu suasana rumah. Rindu bisa nonton tv bersama keluarga. Selama hampir 1,5 smester aku menjalani hidup di Semarang, dan ini baru kali kedua aku merasa homesick. Homesick tidak selalu berarti tidak betah. Aku hanya rindu kembali pulang. Disana tempatku, perasaanku, kenanganku, masa kecilku, semuanya ada disana. Bekasi namanya. Aku rindu bisa mengomentari iklan-iklan yang ada di tv sama mama. Aku rindu bisa duduk sendiri depan rumah sambil main bersama Tyson, sambil menikmati angin sore, sambil memutar "film" di otakku sendiri. Aku rindu setiap sudut dari rumahku sendiri. Aku rindu Bekasi.
Aku...rindu. Rindu kawan-kawan lama. Aku rindu kalian teman-teman :'( Aku bersumpah bahwa masa paling indah di hidupku adalah masa SMA. Masa putih abu itu terlalu banyak membawa kenangan. Dari memori yang buruk, indah, lucu, semua ada disana. Aku ingin bisa kembali jadi anak sekolah. SMAku adalah rumah kedua. Aku beruntung masuk SMAN 1 Bekasi. Semuanya bersahabat. Yang aku kerjakan semasa SMA hanya belajar, bermain, dan tertawa. Aku rindu kegiatan bersama teman-teman. Yang bisa tertawa dengan puas di tengah lapangan, yang bisa cerita-cerita di DPR, yang bisa main siram-siraman di tempat wudhu perempuan. Aku beruntung bisa kenal dengan teman-teman SMAku. Mereka hanya satu, dan tak terganti. SMA dengan cerita persahabatannya, SMA dengan cerita kenakalannya, dan SMA dengan cerita cintanya :')
Aku...rindu. Aku rindu kamu. Rindu seseorang yang dengan mudahnya memilih orang lain namun sekarang masih menyimpan perasaan yang sama. Kira-kira udah berapa banyak ya air mata yang aku keluarkan untuk melampiaskan rasa rinduku? Walau kita masih dengan perasaan yang dulu, tapi satu hal yang buatku tersiksa adalah aku harus menahan semua rasa rindu ini. Memberitahumu adalah hal yang tidak mudah (lagi) aku lakukan. Tidak semudah kamu yang datang dengan "aku kangen" mu itu. Bener ya kata kamu waktu jaman PDKT dulu, "kangen itu nyiksa rasanya".
Ya Allah, sampaikan rasa rindu ini pada setiap orang yang aku sayangi, karena aku tak mungkin memberitahunya, terlebih dia...
Dan terimakasih pada keyboard dan laptop ini. Karena kalian aku bisa menumpahkan rasa yang tak bisa aku sampaikan dalam lisan. Dan maaf untuk mataku juga Allah, karena aku belum cukup kuat untuk menahan rasa ini dengan tidak berair mata..
No comments:
Post a Comment