Jemari kecil yang urung mengetikkan kata.
Kata hambar tanpa nada pun irama.
Jiwa yang bingung memasukkan nyawa ke dalam hampa.
Hatinya mondar-mandir meneriakkan gurat penuh tanya.
Pukul 3 pagi.
diantara puisi yang menguapkan makna,
lampu ruang yang menenggelamkan nyala,
serta getaran rindu yang kian pincang,
sekali lagi, sebuah hati memilih diam.
No comments:
Post a Comment