Secangkir teh yang kau hidu pagi ini
Muasal telapak rindu yang berbekas menjadi jejak
Secangkir teh yang kau terima siang ini
Suguhan berulang yang kau harap dapat menghilang
Secangkir teh yang kau kaca sore ini
Gerimis pukul 4 tak mampu sapu bayang kenang
Secangkir teh yang kau minum malam ini
Penanda masa lalu yang tak bosan merayu ingatan
Hingga nanti kau jengah dan ambruk
terlelap dihantam kelelahan.
No comments:
Post a Comment