.... sering menertawakan dan mengejek kawannya dari sebuah ujung balkon lantai 2 sekolah. Pernah menjejalkan kawat giginya didekatku dan meninggalkan rasa benci yang lambat laun terulum menjadi cinta. Suatu kali Ia pernah mengirimkan pesan, "aku suka sama ka... kausmu" ke ponselku, padahal aku saat itu tidak datang ke sekolah. Setelah aku bertanya maksudnya, setelah itu pula kami tak pernah dipertemukan kembali.
--------------------------------------------------------
.... menjadi raja tunggal nan rupawan digilai banyak wanita, termasuk aku. Pacarnya saat itu cantik, baik, dan aku tak pernah kenal dengannya. Terlebih aku pernah mengejeknya dan menyisakan permusuhan beberapa minggu diantara kami. Mungkin itu sebabnya Ia tak pernah mencintaiku balik.
-------------------------------------------------------
.... selalu menghampiriku di chat Facebook dengan segala permainan sulapnya. Aku tahu Ia ahli matematika dan senang mengajakku bermain hitung-hitungan. Suatu kali Ia menyatakan perasaannya padaku, setelah kami sering kali berbalas pesan di ponsel tanpa ada hubungan lebih lanjut. Aku tertancap penyesalan tak terperi hingga lulus SMA karena tak pernah mengutarakannya. Aku pernah berjanji pada Tuhan ingin mengejarnya hingga ke perguruan tinggi. Siang itu, ada adu senyum tanda rivalitas di tengah lapangan, yang ternyata menjadi sapaan terakhirku sebelum semua rasaku menguap.
-------------------------------------------------------
.... namanya tidak berbeda jauh dengan namaku. Menyebabkan absen kami berdekatan. Ia tak pernah menghubungiku lewat pesan apapun, tapi Ia selalu mendekatiku di sekolah. Aku menyadari perasaanku tapi aku tak menyadari perasaannya. Ketika ada jadwal piket sepulang sekolah, giliranku menghapus papan tulis, dan belakangan aku baru tahu Ia tak kunjung pulang karena ingin membantuku membersihkan kelas dan menemaniku pulang hingga ke ujung jalan.
-------------------------------------------------------
.... disebut 'anak mami' di kelas. Diantar-jemput oleh ibunya dengan motor skuter. Aku menyukainya setelah menyadari Ia telah menyukaiku. Matanya selalu menghilang ketika tawa mengembang di wajahnya, dan Ia selalu menengok kesana kemari mencariku ketika sehabis tertawa. Pada saat olahraga di lapangan itulah favoritku, karena saat itu selalu matanya dan mataku dipertemukan angin sore.
-------------------------------------------------------
.... akhirnya aku benci. Aku ingat saat itu Ia memasukkan hiasan berbentuk hati dan diselipkan di tas ku pada saat jam olahraga. Surat minta maaf dan "Selamat Hari Valentine" tak lupa Ia masukkan didalamnya. Pada saat itu juga rasanya hendak ku buang. Ia membalaskan cintanya dengan cara berpacaran dengan sahabatku.
-------------------------------------------------------
.... menurut setelah aku menegurnya untuk tidak bersms-an pada saat berkendara, padahal aku belum jadi pacarnya. Dia pernah memberiku bunga pada saat Hari Kartini dan saat itu juga mengaku tidak mampu membeli lebih banyak lagi karena uangnya tidak cukup. Dia pernah memeluk pinggangku didepan ibuku dan mengakibatkan aku malu setengah mati. Kami pernah berencana untuk bersama-sama membeli baju tim bola favoritnya yang berwarna pink-hitam. Terakhir, aku menitipkan setrika yang masih baru di kamarnya dan tak pernah lagi kembali.
-------------------------------------------------------
.... pernah bercanda mengajakku untuk ditraktir ulangtahun olehnya, padahal saat itu aku tidak terlalu mengenalnya. Dia adalah tempatku untuk bertukar lagu-lagu bagus dan kawanku dalam berimajinasi. Aku pernah kesulitan dalam belajar suatu mata kuliah, lalu aku bertanya padanya, dan Ia menjelaskan melalui pesan suara yang mengakibatkan teman-teman terdekatku menggodaku dengannya. Dia pernah tidak mengaku saat ku tebak mengenai perasaannya padaku, namun pada beberapa saat itu pula Ia membelikanku sate kambing ketika aku sakit. Dia pernah mengorbankan uangnya lebih dari Rp 50.000 untuk tidak jadi pulang ke rumah hanya karena ingin menemaniku agar tidak kesepian. Dia mencintai dunia politik, untung dia tidak mencintai poligami, dan beruntung aku masih mencintainya.
*Inspired by: hurufkecil
No comments:
Post a Comment