"KAPAL KERTAS
Masih terngiang jelas rekaman kemarin sore.
Buliran air langit tak jadi turun.
Hausnya batin dan pergerakan roda,
membawa dua hati kembali ke rumah.
Aku dan kamu,
membeku ditelan suasana.
Sapaan alam yang ramah,
menghangatkan jiwa yang hampir koma.
Jendela indah panorama,
memperbaiki hati yang setengah porak poranda.
Dua pasang kertas sengaja ku bawa.
Aku bermaksud merangkai kapal,
untukmu, untukku.
Bersamaan dengan kapal yang dijalankan,
ada cinta dan cita yang ku alirkan.
Pasti kamu tak tahu.
Sampai pada senja yang mencolek pundakku,
tahu tidak,
kakiku terbenam di tanah sana;
mataku terpaku pada angkasa;
hatiku disandera ketenangannya.
Aku tak mau pulang.
Dan aku berjanji,
dengan riang hati akan berkunjung.
Dan satu asa,
semoga lagi bersamamu."
No comments:
Post a Comment