Sampai akhirnya kaki ini memilih lelah dan berlutut di hadapan luka. Aku menyerah untuk lagi peduli dan mencari tahu. Aku harap pengasingan di kampung kecilku ini membawa penyembuhan yang nyata.
Sudah beberapa langkah sejak subuh tadi aku meinggalkan segala pernik dan koper tentang kita.
Jangan coba kau buka atau lagi kau datang.
Sedikit-sedikit aku rangkai kata perpisahan.
Jika ada beberapa potong kalimat yang tertangkap oleh matamu,
itulah sapaan terbaik sebelum aku benar-benar menghilang.
Jangan percaya pada gemuruh yang selalu muncul akhir-akhir ini diatas atapmu.
Ia hanya menyembunyikan sebuah perayaan.
Perayaan aku yang siap melupakanmu.
No comments:
Post a Comment