Saturday, July 26, 2014

Semoga Malam Mampu Menguliti Ketidakbisaanku

Malam selalu tega menelanjangimu. Kesedihan berlapis kulit, kerinduan berlapis daging, kesalahan berlapis tulang. Malam mampu menguliti hingga kerut urat nadimu.


Athena, telapak tangannya beradu dengan duri mawar.
Harap yang terisak pecah di balik punggungnya.
Kalbu entah darimana bertanya, tak bosankah ia bertahan pada kembang itu.
Dengan darah yang mengering hingga lagi basah.

Tapi itu kemarin..
Sebelum melihat anak burung parkit itu berani terbang.
Berani terbang tanpa induknya.

Iya.
Sesederhana itu.

No comments:

Post a Comment