Mukanya malu-malu, bersemu sendu.
Lidahnya kelu, hatinya hancur.
Perempuan itu,
melepas pilu, lalu dirundung rindu.
Pilu akan masa lalu,
rindu dengan cinta baru.
Hidupnya hanya didatangi kehilangan,
yang tega membunuhnya berkali-kali.
Dan Semesta mengasihaninya,
Ia kembali jatuh hati.
Tapi Ia takut,
namun Ia jatuh.
Tapi masih takut,
namun sudah jatuh.
Padanya,
yang mampu mengubah matihari,
menjadi matahari.
No comments:
Post a Comment