Monday, November 24, 2014

Ragu

Ia melangkah separuh pincang. Tertatih-tatih meniti arah.

Melantangkan kekuatan yang bahkan ia tidak tahu sebesar apa, atau sekecil apa.

Hatinya gamang dilimpahi hadiah(-hadiah) oleh Tuhannya.

Kata Tuhan, "Temukan yang sesuai, dan gunakan baik-baik,".

Ia beku dalam bimbang, menyeka pikiran yang hampir surut dari sadar.

Meragu pada Tuhan yang mungkin saja membawakannya sepaket pecundang.

Ambruk dalam kekecewaan, kakinya ngilu, hatinya kelu.

Bulir air di pelupuk mulai hangat mengalir.

"Tuhan, kembalikan yang hilang itu padaku,"

Dalam redup dan degup nadi yang saling menyahut,

Tuhannya hanya diam kali ini.

2 comments:

  1. Tulisan ini rapih dan apik. Berulang kali dibaca membawa bias makna.

    ReplyDelete