Thursday, October 25, 2012

Another Speechless Story

Tanggal ini bakal gue inget. Jadi ceritanya tadi gue, Febrisa, dan Sandy mau makan siang di salah satu tempat makan deket kampus. Nah, terus kan ceritanya di depan tempat makan itu selalu ada nongkrong tukang rujak buah gitu kan. Tau apa??? Dari jauh gue udah bisa ngeliat motor si mantan. Anjrit. Dia lagi ada di tempat rujak buah itu yang notabene di depan tempat kita mau makan. Speechless. Untung posisinya Febrisa ada di depan gue motornya, dan akhirnya langsung gue teriakin, dan gue kasih tau kalo orang yang ada di depan dia itu adalah si Ex.

Berhubung temen gue orang gila semua, si Sandy langsung turun dari motor dan langsung nyamperin pura-pura beli buahnya. Gue dan pacarnya Ex udah beradu mata, dan gue tau dia sadar keberadaan gue. Dan Sandy bilang sih mereka berdua tau ada gue. Febrisa yang juga penasaran sama si Ex juga nyamperin. Tapi si Ex lagi pakai helm dan helmnya full face. Katanya sih mukanya panik. Nggak tau deh~

Yang paling bordo adalah kelakuan Sandy yang nggak tau malu main nyamperin pura-pura beli buah, pas udah liat mukanya terus akhirnya bilang "eh ntar aja deh belinya abis makan", anjrit, alasan.

Actually, the main part is: gue bener-bener Alhamdulillah bisa nggak ada perasaan sama sekali pas liat mereka. Nggak sekacau dulu, seancur dulu, yang padahal cuma liat mereka boncengan tapi gue langsung lemes banget. Tapi tadi? Gue liat muka pacarnya, dan bener-bener nggak nyangka kalo gue bakal biasa aja. Alhamdulillah gue nggak ada perasaan galau atau kesel atau dendam atau apapun. Rasanya semua udah termaafkan. Rasanya semua udah bener-bener selesai. Perasaan gue sekarang cuma masih pengen ketawa aja liat tingkah 2 kawan gue itu.

Yang pasti gue yakin, semua kekuatan yang tiba-tiba gue dapet itu datengnya dari Allah. Dan gue mulai dapet pengalaman perasaan lagi, dan gue menarik kesimpulan, bahwa Allah bener-bener nggak akan kasih ujian melampaui batas kemampuan kita. Allah tau lebih jauh kemampuan kita sampai mana, Allah tau itu. Dan Allah tau kita pasti bisa melewatinya. Gue pun tersadar, apa yang gue alami hari ini itu udah masuk rencana Allah, ini udah bukan kaya kebetulan. Mungkin disini Allah nantang gue seberapa netral gue sekarang, dan Alhamdulillah banget I'm feeling so damn good, so damn well. I'm alright, I'm really okay. 

Sandy bilang, "kalo gue jadi lo hari ini mungkin udah gue maki-maki ceweknya, muncul lagi perasaan gue buat nyamperin marahin". Entahlah, but I have no power for that, lagian udah lalu juga.




Teruntuk kamu yang tadi ketemu aku, mau dia lebih baik atau sebaliknya dari aku, semoga dia bisa membuatmu jauh lebih baik. Semoga jalan kalian selalu di ridhoi Allah, aamiin :)

Tuesday, October 23, 2012

:)

Akan selalu ada pelangi setelah badai. Tapi mungkin ia tak selalu hadir dengan warna yang sedemikian rupa. Terkadang, pelangi dengan warna yang sederhana dan tak sempurna pun sudah dapat membuat senja menjadi lebih indah. Dan aku bersyukur, aku bahagia :)

:)

Mungkin ini waktunya ketika aku tak lagi merasakan tali pengikat
ketika aku merasa keramaian tak lagi mengasingkanku
ketika semua elemen saat ini hadir untukku
ketika semua sinyal berubah menjadi kebetulan
ketika tawa bukan lagi topeng pelapis
ketika aku mulai merasakan sekuat-kuatnya kakiku berpijak
ketika kesendirian tak lagi mengintimidasi
ketika bayangan hitam tak lagi meradang
ketika awan mulai menari mengikuti langkah
ketika aku mulai menjadi tempat rotasi semesta
ketika aku mulai menjadi pusat tata surya
Satu hal yang patut aku ucapkan adalah, terima kasih Pelukis Hidupku
Tanpa-Mu aku hanya gambar tak bermakna, tanpa-Mu hidupku hanya gambar tak berwarna

Friday, October 12, 2012

Random Thought

Saya menangkap hal menyedihkan dari diri saya. Tanpa saya sadari, dan baru sadar sekarang, ternyata saya sudah nyaman di zona yang tidak terlalu aman ini. Saya bisa dibilang happy dengan kesendirian ini, sambil menikmati bayangan-bayangan masa lalu yang gak bisa dipungkiri masih hinggap sampai sekarang, ya walau kadarnya udah berkurang jauh. Tapi ternyata saya nyaman dengan semua itu.

Saya juga (baru) menyadari bahwa hati saya masih keras. Masih ada trauma membekas. Supermassive blackhole. Walau istilahnya lubang hitam itu udah ketutup 70%, tapi kan masih ada 30%nya. Yang bikin heran diri sendiri adalah, saya mengalami "kebekuan" hanya dari "orang yang ini" aja. Kasarnya, ex yang dulu tidak sehebat ini. Entahlah..

Kesadaran ini baru saya alami ketika rasa-rasanya ada temen sekelas yang mencoba mendekati saya. Saya sudah paham, jelas, gerak-geriknya. Tapi ada rasa dalam diri, dalam hati ini, saya belum mau melangkah. Biasanya jika saya tertarik dengan orang itu, akan ada bayangan gimana nanti kami pacaran, dan sebagainya. Tapi hal paling utama yang saya pikirkan (saat ini) adalah, bagaimana saya memperlakukan dia dengan baik, tanpa menyakiti hatinya, tetap berteman, dan tetap menjadikannya seorang teman.

Saya belajar dari seorang pria, teman sejurusan yang pernah saya suka. Dia memperlakukan saya dengan baik. Dia tahu saya suka sama dia, tapi dia tidak menjauhi saya. Intinya sih saya suka sama dia, dia suka sama saya tapi dia tidak berniat pacaran. Justru sekarang kami berteman, baik. Dan rasa jelas hilang sekarang. Saya belajar dari dia, tapi harus diakui ternyata memperlakukan seseorang seperti itu tidaklah mudah.

Silih berganti ada "yang lain" menghampiri hidup saya, mencoba mendekati. Tapi rasanya saya selalu pengen bilang "I've been not easy before, and I'm getting difficult now", bagi yang bisa membuat saya jadi lebih "mudah", saya akui hebat (banget).

Ada 2 hal yang ingin saya katakan sebagai penutup posting kali ini, pertama untuk diri saya, "Ada apa dengan diri dan hatimu, Risty?"; kedua untuk orang itu , "Kamu meninggalkan impact yang begitu besar di hidup aku, di hati aku"


Good night, folks.

Friday, September 07, 2012

Foto

Tahu tidak,
benda paling menenangkan sekaligus menyakitkan yang pernah ada
Lebih dari sebilah pisau yang dapat menembus daging
Lebih dari senapan yang dapat mematikan raga
Lebih dari benda tajam apapun dengan segala seringai mengerikannya
Kau tahu benda itu?

Foto
Foto bagai formalin yang mengawetkan rupa kenangan
Takkan membusuk pun membau
Dari raut binar berlapis cahaya
hinggan raut masam berlapis duka

Foto
Foto bukanlah pisau pun senjata api
Namun kuasanya sanggup melemahkan jiwa terkokoh
Menyayat relung tak tembus pandang hingga sampai ke dasarnya
Membelai manja diri
dengan gugusan masa lalu yang indah

Sesekali membisu
meminjam waktu
Tertidur pulas dalam damai kenangan

Foto
Foto terlihat berbahaya
Kau akan dibuainya
dijemputnya pulang
Sampai nanti kau tertinggal tanpa daya
tanpa upaya
Habis dilahap renungan memoria

Wednesday, September 05, 2012

Untuk Masa Depan

Aku berdiri di tengah laut menahan debur ombak
dengan tangan hampa penuh doa
Gelombang pasang berbalik pulang
dan nyawa ini masih terpasang

Tak mungkin kedatangannya dapat dikelabui
Beramai-ramai ombak itu kembali
Siapa sangka batu karang tak kuasa menahan?
Aku tenggelam dalam pelukannya
Pelukan samudra

Butiran kata tak terucap
terkunci manis dalam kotak tak bertuan
kotaknya berlapis baja
Hanya alunan nada terbang mengawan terlalu indah di angkasa
Namun sisanya membisu terbaring lemah tak berdaya

Bagai ingin melihat harimau berkulit buaya
Bagai ingin melihat diriku bersarjanakan DR
Bagai ingin melihat jemariku menyentuh kapas biru milik Yang Kuasa
Aku bertanya pada semesta
Semesta hanya meneteskan satu makna
Satu makna penuh tanya dalam asa

Menunggu

Ya, aku harus menunggu
Menunggu waktu mengantarkan
ke dalam tempat yang bahkan belum saatnya aku tahu
Kita menyebutnya... masa depan

Wednesday, August 15, 2012

What's On My Mind?

Banyak banget yang gue pikirkan akhir-akhir ini. Not a big deal sih actually but, I feel like have to type it and tell what it is. But I've got no idea what should I type ya Allah! Why you so rumit banget sih Risty?!

Gue hanya ngerasa, gue mati rasa. Gak mati rasa banget sih, tapi ya entahlah. Gue sadar gue men"dingin", dan untuk saat ini yang bisa mencairkan ya si orang-yang-mendinginkan hati ini. Tapi gue sama sekali gak menutup hati ini. Sama sekali. Dan gue berpikir, siapapun yang bisa cairin hati ini, bener-bener hebat dan beruntung :p :) 

Kaku dan dinginnya hati ini baru berasa dan gue sadari pas sekitar 2 hari yang lalu, ada yang tiba-tiba nyamperin gue dan bilang sesuatu yang intinya "more or less, I'm serious". Skak matt. Gue semacam gak ngerti dia bilang apa. Ngerti sih, tapi rasanya kaya lagi sakau terus ditanyain soal kalkulus terus gue cuma bisa cengo sambil geliat-geliut yaaaa intinya gitu lah. Di saat yang bersamaan gue merasa.......entahlah, something that I can't tell you, yang jelas intinya gue merasa gue masih nyaman dengan kesendirian ini.

Emm sebenernya gue lebih kepada tipe wanita yang bisa mengkondisikan dan membuat suatu hal menjadi nyaman, khususnya dan terutama untuk diri gue sendiri. That's why banyak yang bilang gue cukup fleksibel dengan segala sesuatu. Jadi, kalo sekarang gue sendiri ya karena memang gue pengen sendiri. Gue semakin menyadari bahwa banyak hal-hal bolong yang harus ditambal. Banyak dari diri gue yang harus diperbaiki, dan disiapkan untuk seseorang selanjutnya. Dan gue menghindari keburu-buruan. For you to know, gue lumayan capek melewati fase putus-bangkit nya itu, jadi gue lebih memutuskan sabar dan cari/menunggu yang pas dan nyaman di hati dan yang insya Allah bisa lanjut terus sampai kapanpun. Karena perpisahan yang kemaren cukup menguras emosi dan membawa impact terbesar di hidup gue, seriously.

Intinya? Gue merasa awkward dengan diri gue sendiri khususnya sama perasaan gue. I feel free but not that free. I feel someone has taken my heart, deeply. I don't know. Would you mind to take my heart back? Hahaha.

Well then, done with my words. I don't have any idea what kind of epilogue should I bring but okay this is the end of the show, fellas.
Thank you :)