Aku jujur atas semua rasa
Aku tidak bermain, Aku tidak bersembunyi
Aku tidak menutup mata, Aku tidak memalingkan hati
Aku pasrah
Aku tidak berani melawan
Kecintaan ini terlalu mulia untuk diperangi
Ketulusan ini terlalu jahat untuk dihitamkan
Aku pasrah dalam keadaan
Aku mencoba siap,
jika kau ingin pergi;
jika kau ingin membunuh;
jika kau ingin berlari
Kamu..
Rumah yang selalu menjagaku di saat-saat terakhir
Samudra yang tak habis untuk diselami
Pesulap yang lihai memetik bulan sabit
Cermin yang tak lelah menggali yang ada dalam diri
Secangkir teh yang selalu menghangatkan pikiran dan imaji hati
Alunan nada yang kerap menemani perjalanan
Kotak tawa pemecah pilu
Layang-layang yang setia terbang di angkasa hati
Sejenak, lupakan semua gundah, lupakan semua duka
singkirkan batu penghalang, dan perhatikan baik-baik
Hitam diatas putih, Aku mencintaimu.
(Bekasi, 26 Desember 2012. 16.15 WIB. Hujan. Dingin. Kamar biru)
No comments:
Post a Comment