Wednesday, May 29, 2013

Untitled-17

Jikalau ada untaian kata yang menyentuh hingga sekat jemarimu,
jikalau ada tatapan temu yang memeluk hingga palung hatimu,
jikalau ada kristal kenang yang mengecup kotak rindumu,


kan ku jawab, itulah aku yang dalam bisu mencintaimu.

Sunday, May 26, 2013

Duka

Kembali ke pangkuan jingga di tengah rumput, kembali menuju ibu pertiwi.
Melantangkan jutaan suara sekilat cahaya, semuanya larut disentuh udara.
Sungai di pelupuk mata, habis kata, tanpa beriak.
Jantung dunia mengering-menguning, kakinya beringsut rambutnya menggugur.
Peneduh alam diam membisu, mulutnya terkatup, surut cerita.
Terhuyung-huyung separuh sadar, bumi dalam perkabungan separuh jiwa.

Saturday, May 25, 2013

Bunch of Precipitate Words

Selamat pagi, wahai embun, burung kenari, dan semesta.

Beberapa hari ini, banyak sekali bahan pikiran yang menari sejadi-jadinya berputar dalam kepala, dan juga mengendap dalam hati sampai rasanya aku limbung dalam berjalan. Aku coba mengalihkannya kedalam hal-hal positif lain but this is me, the thinker, who'll always think anywhere and anytime.

Ada beberapa hal tanggapan yang sangat ingin ku lontarkan untuk menanggapi semua hal tersebut.

  1. Ini bukan soal apa yang dilihat oleh mata, ini soal keterikatan atau sambungan, yang bahkan gue sendiri belom nemu benang merahnya. Sejauh ini gue masih mencoba tapi sejauh ini pula semuanya gak berkembang. Terus gue harus apa? Yang jelas, gak ada dalam kamus gue untuk memaksakan atas hal-hal yang beresiko kaya gitu.
  2. Gue gak tau posisi diri sendiri ini ada dimana. Rasanya saat-saat ini gue harus mampu meraba beberapa variabel yang seharusnya gue raba lalu menerjemahkan semuanya untuk kebutuhan diri sendiri. Tidak ada asumsi, semuanya benar fakta. Tapi entah, rasanya jari-jari ini sedang mengalami kekebalan.
  3. Jadi 'bahan propaganda' seseorang, mungkin adalah kata-kata yang dirasa berlebihan, tapi gue belum menemukan kata lain yang cocok untuk mengartikan satu hal yang (sebenarnya) remeh tapi cukup bikin gue pengen bilang 'kok lo malesin sih?'
  4. Di seret kesana-kemari rasanya bikin gue pengen jongkok dan pegangan sama aspal atau tiduran dijalanan sekalian. Karena maksud semua orang ini cukup jelas, dan entah kenapa rasanya kayak dikejer waktu, walau sebenarnya gak juga.
  5. Kalo pinjem kosa katanya mamah untuk mewakili keadaan saat ini adalah "campleng"
  6. Mungkin bukan yang ini. Rasanya bukan yang ini.
  7. Entah apakah gue pernah melontarkan langsung sebuah penilaian terhadap orang yang gue nilai, tapi ternyata dinilai secara langsung oleh yang-semi-antah-berantah itu rasanya bikin gue pengen bilang, "hah? You don't even know me well. Why don't you just shut your mouth up, before I decide to quit,"
  8. I don't know you're a liar or not but my shield tells me to keep using it.
  9. I need some distraction. Jeda. Gue butuh sesuatu/seseorang yang membantu berpikir objektif. Karena sekarang-sekarang ini orang terdekat pun masih gak mampu memenuhi syarat sebagai 'yang objektif' itu sendiri.
  10. Terima kasih buku-buku yang membantu menggantikan posisi bahan pikiran itu sejenak dari otak gue.
  11. I miss someone. I do miss him. But so far what I did is only throw my face away. What else can I do?



Well, I'm done. So far I know my blogsy-worldsy always there whenever I need it.
Thank you my blog.

Good morning universe. Happy Saturday.

Tuesday, May 21, 2013

For A Friend :)


Did you know the people that are the strongest are usually the most sensitive? 
Did you know the people who exhibit the most kindness are the first to get mistreated?
Did you know the one who takes care of others all the time are usually the ones who need it the most? 
Did you know the 3 hardest things to say are I love you, I’m sorry, and Help me. 

Sometimes just because a person looks happy, you have to look past their smile and see how much pain they may be in. 

To all my friends who are going through some issues right now—Let’s start an intention avalanche. We all need positive intentions right now. If I don’t see your name, I’ll understand. May I ask my friends wherever you might be, to kindly copy and paste this status for one hour to give a moment of support to all those who have family problems, health struggles, job issues, worries of any kind and just need to know that someone cares. Do it for all of us, for nobody is immune. I hope to see this on the walls of all my friends just for moral support. I know some will!! I did it for a friend and you can too.

Saturday, May 18, 2013

:|

"Dia sendiri merasa seperti mesin rusak - seolah seseorang telah mencopot bagian kecil dari dirinya, dan kini takkan pernah utuh. Dia mungkin bisa bergerak, dia mungkin bisa bicara, dia mungkin bisa terus melaju dan melakukan pekerjaannya. Tapi dia akan selalu kurang seimbang, tak pernah benar-benar dikalibrasi dengan tepat" 



(The Lost Hero, tells what Leo Valdez feels)

Friday, May 17, 2013

Akhir Sang Serigala

Di atas daratan, di ujung tebing, seekor serigala merajuk dalam sendu.
Sinar perak menyinari sebagian tubuhnya yang berbulu coklat gelap memudar.
Bagian terluar bulunya mengerak diselimuti debu dan salju yang teraduk menjadi satu.
Terduduk diatas altar yang tak sengaja terbuat, serigala itu membaca langit malam.

Lolongannya yang melemah makin hilang ditelan keheningan.
Matanya kosong memancarkan kisah akhir yang lembab dan pilu.
Pejantan alfa kini sekarat ditinggal kawanannya.
Bermilenium-milenium sudah ia menunggu ajal datang menjemput.

Makin mengurus, makin menyusut, tubuh serigala itu meringsut.
Cahaya berpendar dari air mata yang tak kuasa ia teteskan.
Hidup berakhir nestapa tak pernah ia bayangkan.
Ditemani kesendirian dan meninggalkan bayang-bayang.

Satu-dua masa berlalu, alasan untuk hidup tiada ia genggam.
Dengan segenap hati si serigala mengemis kematian.
Sejenak dalam sekali pusaran malam dan tanpa aral melintang,
tinggallah jiwa serigala yang pernah gagah tidur lebih damai dari yang pernah ada.

Thursday, May 16, 2013

Untitled-16

Biarkan aku menerjemahkan bahasa alam di penghujung senja hari ini.

Karibku berkata bahwa matahari tetap bersinar namun gerimis tetap mengikuti.
Tentangku;
Matahari di sebelah kanan, ia memancarkan sinar mencoba menerangi masa depanku.
Namun gerimis tak berada di belakang. Aku yang gila, menempatkannya di sebelah kiri, ia bukanlah masa lalu, ia masih menghujani sebelah diriku.

Kurang lebih - beginilah aku sekarang.
Setengah kedinginan basah kuyup, dan setengah hangat menuju panas.