Saturday, May 25, 2013

Bunch of Precipitate Words

Selamat pagi, wahai embun, burung kenari, dan semesta.

Beberapa hari ini, banyak sekali bahan pikiran yang menari sejadi-jadinya berputar dalam kepala, dan juga mengendap dalam hati sampai rasanya aku limbung dalam berjalan. Aku coba mengalihkannya kedalam hal-hal positif lain but this is me, the thinker, who'll always think anywhere and anytime.

Ada beberapa hal tanggapan yang sangat ingin ku lontarkan untuk menanggapi semua hal tersebut.

  1. Ini bukan soal apa yang dilihat oleh mata, ini soal keterikatan atau sambungan, yang bahkan gue sendiri belom nemu benang merahnya. Sejauh ini gue masih mencoba tapi sejauh ini pula semuanya gak berkembang. Terus gue harus apa? Yang jelas, gak ada dalam kamus gue untuk memaksakan atas hal-hal yang beresiko kaya gitu.
  2. Gue gak tau posisi diri sendiri ini ada dimana. Rasanya saat-saat ini gue harus mampu meraba beberapa variabel yang seharusnya gue raba lalu menerjemahkan semuanya untuk kebutuhan diri sendiri. Tidak ada asumsi, semuanya benar fakta. Tapi entah, rasanya jari-jari ini sedang mengalami kekebalan.
  3. Jadi 'bahan propaganda' seseorang, mungkin adalah kata-kata yang dirasa berlebihan, tapi gue belum menemukan kata lain yang cocok untuk mengartikan satu hal yang (sebenarnya) remeh tapi cukup bikin gue pengen bilang 'kok lo malesin sih?'
  4. Di seret kesana-kemari rasanya bikin gue pengen jongkok dan pegangan sama aspal atau tiduran dijalanan sekalian. Karena maksud semua orang ini cukup jelas, dan entah kenapa rasanya kayak dikejer waktu, walau sebenarnya gak juga.
  5. Kalo pinjem kosa katanya mamah untuk mewakili keadaan saat ini adalah "campleng"
  6. Mungkin bukan yang ini. Rasanya bukan yang ini.
  7. Entah apakah gue pernah melontarkan langsung sebuah penilaian terhadap orang yang gue nilai, tapi ternyata dinilai secara langsung oleh yang-semi-antah-berantah itu rasanya bikin gue pengen bilang, "hah? You don't even know me well. Why don't you just shut your mouth up, before I decide to quit,"
  8. I don't know you're a liar or not but my shield tells me to keep using it.
  9. I need some distraction. Jeda. Gue butuh sesuatu/seseorang yang membantu berpikir objektif. Karena sekarang-sekarang ini orang terdekat pun masih gak mampu memenuhi syarat sebagai 'yang objektif' itu sendiri.
  10. Terima kasih buku-buku yang membantu menggantikan posisi bahan pikiran itu sejenak dari otak gue.
  11. I miss someone. I do miss him. But so far what I did is only throw my face away. What else can I do?



Well, I'm done. So far I know my blogsy-worldsy always there whenever I need it.
Thank you my blog.

Good morning universe. Happy Saturday.

No comments:

Post a Comment