Kembali ke pangkuan jingga di tengah rumput, kembali menuju ibu pertiwi.
Melantangkan jutaan suara sekilat cahaya, semuanya larut disentuh udara.
Sungai di pelupuk mata, habis kata, tanpa beriak.
Jantung dunia mengering-menguning, kakinya beringsut rambutnya menggugur.
Peneduh alam diam membisu, mulutnya terkatup, surut cerita.
Terhuyung-huyung separuh sadar, bumi dalam perkabungan separuh jiwa.
No comments:
Post a Comment