Sunday, March 24, 2013

Mentari Rindu

Baris-baris memori tersusun kembali. Secara nyata rekaman perjalanan terputar lambat-lambat. Aku menemukan diriku terjebak dalam sebuah petualangan, petualangan kita.

Di suatu hari yang cerah, kaleng mesin berroda mengirim kita menuju rumah kedua. Kota persinggahan dimana kita pertama kali bertegur sapa. Ku pastikan saat itu akan menjadi perjalanan paling menyenangkan yang pernah ada.

Dibalut perbincangan yang menghangatkan, tanpa takut hari esok yang mungkin berubah kelam. Ku lihat jelas-jelas lengkung sabit di bibir kita berdua. Bercengkrama dibalik jendela dengan tangan mengunci satu sama lainnya. Ku tatap dua bola matamu, berbinar, memantulkan sinar matahari yang menyusup dari balik kaca. Kedamaian batiniah, dari seorang antah berantah. Aku jatuh cinta.

Rasa yang terjalin senyatanya semakin mengakar kuat. Aku merasakannya. Seolah-olah Tuhan mengawinkan perasaan kita, tanpa peduli pada masa depan yang menari penuh kekonyolan.

Ditariknya kembali menuju masa kini. Mentariku bicara cinta. Hati dan pikiranku dipeluk oleh bayang-bayang perjalanan kita. Tak ku sangka, juga tak kau rasakan, ku dapati diriku merindukanmu sejak pagi buta.

No comments:

Post a Comment