Aku kirimkan tanya pada udara, karena disana tempat berkumun segala kata dari rasa yang tak pernah terjawab. Berharap gumpalan-gumpalan debu paling tidak menyuarakan pendapatnya membantuku mencari makna dari lorong hidup yang ku lalui, membantuku mencari makna dari setiap jejak yang ku tinggali.
Aku kirimkan senyum pada air di sungai, karena disana kau dapat melihat dirimu bercermin membentuk wajah diriku. Kau akan terpaku pada bayanganku dan membuahkan bongkah rindu yang akhirnya mengantarkanmu hanya padaku.
Aku kirimkan cinta pada setiap sentuhan, karena disana aku dapat meninggalkan sejuta asa nan halus untukmu dan masa depan. Pengharapan akan mengertinya dirimu untuk kata yang tak terucap. Pengharapan di suatu hari nanti kau mampu pahami yang mungkin tak kau pahami sekarang. Pengharapan akan mengertinya dirimu untuk segala rasa yang ku curahkan.
Aku kirimkan rindu pada semesta, karena di ruang itu kita dapat menghela napas yang sama. Kau dan aku bersatu dalam megahnya alam raya. Kehadiran Tuhan disana sebagai saksi terbesar akan hati dan cinta yang paling tulus. Burung maya yang ku rangkai akan terbang menujumu. Satu canda, satu kata, satu jiwa, satu cerita. Paling tidak, udara di sekitar menggaungkannya jika kau tiada di pelupuk mata.
No comments:
Post a Comment