Monday, April 15, 2013

Risty's Monday Morning Comment

Berawal dari lihat tweet seseorang yang ngoceh-ngoceh soal keadaan agama di sekitaran, ternyata bikin muak. Kok bisa sebegitu lancarnya komen tentang orang lain yang syirik, enggak bener, ini itu, tapi sendirinya ngelakuin hal yang dilarang agama juga? Pencitraan, lupa, atau gimana?

Kalaupun gue nggak waras beneran, setidaknya gue sadar kalau emang gue nggak waras. Pernah diperlakukan tidak baik oleh seseorang yang taat beragama itu jadi hal membekas dan pengaruh terbesar dalam hidup. Mempertanyakan mana yang baik dan yang tidak. Dan akhirnya mengubah seluruh cara pandang gue pribadi secara keseluruhan, dari seluruh aspek, termasuk bidang paling sensitif, agama.

Orang yang sukanya komentar tentang akhlak orang lain nggak akan ngebuat dia bersih ataupun better dari orang lain yang dia komentarin, at least di mata gue. Kenapa? Ya itu semua berasal dari pengalaman. Orang yang rajin ngaji, sholat, ngasih petuah-petuah agama (tanpa diminta) itu ternyata bisa juga jadi orang yang menjerumuskan kita. Lah terus situ maunya apa? Mendekatkan diri kepada Allah + mendekatkan diri pada larangannya juga?

Buat gue, orang yang melakukan perbuatan yang dilarang agama itu ya mungkin orang buruk, tapi paling nggak kalo emang mereka nggak melibatkan orang lain kedalam perbuatannya ya itu terserah mereka. Larinya udah urusan dia dengan Tuhannya. Bukan urusan gue untuk komen soal akhlak mereka, lah emang akhlak gue udah bener? Ya gatau yang penting gue berusaha setiap harinya untuk berkelakuan baik dengan orang lain. Tapi kenapa sih orang-orang itu suka dengan mudahnya menghakimi keadaan agama setiap orang?

Kalo sekarang gue boleh komentar, orang yang melulu ngatain orang lain, ngerendahin, ngomongnya kasar atau nyakitin hati, ngomongin orang, itu juga udah nggak bener dari segi agama. Skalanya nggak berat, tapi kalo tiap hari dilakuin ya lama-lama sedikit-sedikit jadi bukit. Itu adalah sedikit contoh hal sederhana yang suka luput dari pikiran-pikiran orang yang doyan komen itu. Coba silahkan diinget kelakuan diri sendiri, masih bisa komen nggak?

Terakhir, kalau mau komentar ya boleh tapi liat diri sendiri dulu, kalau udah bener ya komen, kalau belom ya mendingan nggak usah. Teriakanmu nggak akan pernah buat dirimu jadi lebih baik. Gue pribadi lebih menghargai orang yang perlakuannya baik ke orang lain, tambahannya adalah hubungan dia dengan Tuhannya juga harmonis, tapi nggak perlu berubah jadi komentator atau penceramah karbitan.

No comments:

Post a Comment