Saturday, June 15, 2013

15 Juni

Tentang 15 Juni 20 tahun yang lalu, seorang anak perempuan lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa. Muncul ke dunia sebagai anak ke dua dari dua bersaudara. Tumbuh besar sebagai anak yang berlimpah kasih sayang. Anak yang dikenal manja, cengeng, dan pemalu.

Tentang 15 Juni 20 tahun mendatang terhitung dari tahun 1993, terdapat seorang anak yang jiwanya terkungkung dalam tubuh perempuan dewasa. Menyatakan pada dunia bahwa jiwanya bebas selepas layang-layang. Bertekad menunjukkan bahwa bukan sebuah kerugian semesta memilikinya. Gambaran melankoli di sekat-sekat keceriaan yang tak pernah mati.

Dua puluh tahun - pencarian akan tanda-tanda diri semakin jelas. Pencapaian yang tiada batas masih terus dilakukan. Aku mengingat-ingat apa yang sudah ku berikan pada keluarga, para sahabat, orang lain, dan dunia. Keberadaan diriku untuk orang-orang terdekat. Sumbangsihku pada negara. Kedekatanku yang tak terhingga dengan Sang Pencipta.

Waktu yang tak singkat hingga mencapai angka ini, berjalan bersama cita-cita yang masih mengiringi di kanan-kiri. Dan aku masih bersyukur diberi kesempatan menjejakkan kaki hingga hari ini, hari perayaan kehidupan, yang kata orang-orang adalah hari yang istimewa.

Dengan tanpa permintaan-permintaan remeh, aku mensyukuri apa yang ku terima dan ku miliki hingga detik ini. Segala tangis duka juga bahagia yang menghampiri, aku berterima kasih karena semuanya meninggalkan arti

Harapan sederhana dan terdengar biasa masih ku panjatkan, tak ada yang istimewa. Semoga aku mampu menjadi wanita yang jauh lebih baik dari perkataan maupun perbuatan, semoga aku mampu menjadi lebih berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. 

Terima kasih - ku ucapkan pada segalanya yang ada di dunia ini. Kepada Tuhanku, yang begitu luar biasa menciptakan dunia yang tak habis-habis ku selami ceritanya. Kepada orangtuaku, yang sampai saat ini masih mau menghidupku. Kepada kawan-kawanku, yang senantiasa hadir menjadi bahu disaat duka menjadi tawa disaat suka. Kepada siapa saja yang datang, yang begitu baiknya menjadi tamu, mengetuk pintu kehidupanku, dan mampir di rumah hatiku. Kepada siapa saja yang pergi, yang pelan-pelan ataupun dengan cepat meninggalkan rumahku, menaruh jejak sejuta kisah yang dirasa tak akan lekang dilahap lupa.

Semoga masih ada kesempatan menyentuh hari ke dua puluh satu.



Masih banyak yang bisa kau cari, kau gali, kau selami, dan kau pelajari.
Selamat merayakan hari lahir, Risty.

No comments:

Post a Comment