Ia melipat tangan dan duduk di kursi goyang.
Melewati beberapa lorong lampau.
Jemarinya meraba beberapa kata,
mengais sejuta makna.
Alisnya berkerut, ia kesulitan.
Tak satupun maksud, mudah diutarakan.
Kakinya bergerak naik turun.
Kursinya bergoyang semakin kalut.
Ia mual, rasanya ingin muntah.
Dengan lambat tangannya bergerak,
meraih sesuatu yang tak dilihat orang,
meraih sesuatu yang tak diyakini orang.
Dengan susah namun perlahan,
kursinya pun berhenti meradang.
No comments:
Post a Comment