Di pagi hari yang dingin ini, rasa yang timbul dari sebuah mimpi mengantarkanku sampai kesini. Rasanya aku mimpi indah. Aku melihatmu. Kau hadir di mimpiku, dan membungkus hati ini dalam balutan selimut yang hangat ketika aku bangun.
Atmosfer mimpi mengatakan, aku sebagai seseorang yang sangat mengenal dirimu. Kita makin terikat melalui mimpi. Melayangkan genggaman di udara, memandang langit cerah tanpa batas. Aku dan kamu, bermain sepeda di lapangan maha luas. Rasanya menyenangkan. Rasanya membahagiakan.
Aku kembali memutar reka adegan semalam. Apa yang aku katakan, apa yang aku rencanakan. Aku memang tidak tau pasti apa yang akan terjadi nanti, tapi biarlah jadi misteri. Aku tak mau lagi menerka-nerka. Sekarang aku biarkan semesta mengawasi, dan Yang Berkuasa melakukan apa yang sudah menjadi kuasanya, yang tentunya diluar batas kemampuanku. Aku percaya akan semua pertanda yang nanti datang, entah membentuk sinyal apapun.
Aku tidak tau ini akan menjadi akhir atau tidak. Keinginanku menyelamatkan beberapa pihak, sampai aku lupa bagaimana keselamatanku sendiri. Aku tidak berani mengukur kemampuanku sampai batas mana, aku hanya berusaha. Berusaha kuat dikala nanti aku mulai melemah.
Jika apa yang telah dilewati sampai detik semalam adalah sebuah kesalahan, aku bisa pastikan dan dengan bahagia aku akan katakan bahwa kesalahan ini adalah kesalahan terindah. Mengenalmu, sampai akhirnya merasa memilikimu. Membelah sisi lain dunia. Membuka sudut pandangku menjadi makin meluas.
Terkadang, aku bangga melihat 'kita'. Diantara kenyamanan yang membunuh, diantara rasa yang sebenarnya kita masih bisa menekan ego masing-masing, tapi kita masih memikirkan pihak lain, siapapun itu. Dan bagian paling membanggakan adalah, dimana kita sama-sama mendukung satu sama lain, menguatkan satu sama lain, untuk pada akhirnya menuju kerelaan dari pelepasan. Rasanya tidak mudah, dan aku tau itu terlalu melawan hati nurani, tapi memang itulah kenyataannya.
Satu hal yang bisa aku pastikan, aku akan merindukan dan menanti masa dimana kita bisa kembali membuat dunia menahan rasa iri dengan setumpuk canda tawa yang kita tebar; di danau sederhana yang tersembunyi.
:)
:)
No comments:
Post a Comment