Sampai nanti, di suatu hari, entah kapan itu;
Aku,
hanya akan jadi tembok biru biasa,
yang kau abaikan kehadirannya,
dan tak lagi berarti.
Sampai nanti, di suatu hari, entah kapan itu;
Aku,
hanya akan bisa mendoakanmu,
menjamahmu melalui mimpi,
dan memendam habis kerinduanku.
No comments:
Post a Comment