Ada masa dimana aku bermimpi,
ada masa dimana mimpiku terjadi.
Aku bertemu pujaanku,
aku bertemu mimpiku.
Sebuah danau menyapaku sore ini.
Semilir angin dan air yang menari,
menggodaku untuk datang menghampiri.
Kesederhanaanya memperkaya jiwa,
kilauan cahayanya membasahi mata,
ketenangannya menghapus lara.
Bersama seseorang yang tak asing,
namun tanpa perahu sampan.
Kami tetap bergerak merengkuh senja,
berdua, bersama.
Romantisme kala itu nyata.
Ditemani bisikan air yang seirama gerak sampan,
disaksikan awan sore dan hewan-hewan yang sunyi bersembunyi,
dibelai lembut oleh angin yang mendayu kian kemari.
Bergetar hatiku memandanginya.
Surga duniawi di sisi lain pahitnya realita.
Aku memuja tempat itu, aku memuja saat itu.
Dan diantara jatuhnya satu-dua bintang,
terima kasih karena mempertemukanku dengan sang pujaan.
No comments:
Post a Comment