Ada masa dimana aku bermimpi,
bersama seseorang yang tak asing.
Seseorang yang hadirnya kurindukan di masa depan,
seseorang yang kelak menjadi pemimpin buah hati,
seseorang yang ku cinta.
Kami berada dalam sebuah perahu sampan,
bergerak merengkuh senja,
berdua, bersama.
Berbagi suka tawa, canda merayu, dan cacian mesra.
Romantisme kala itu nyata.
Ditemani bisikan air yang seirama gerak sampan,
disaksikan awan sore dan hewan-hewan yang sunyi bersembunyi,
dibelai lembut oleh angin yang mendayu kian kemari.
Bergetar hatiku memikirkannya,
surga duniawi di sisi lain keruhnya realita.
Aku memuja tempat itu, aku memuja saat itu.
Dan diantara jatuhnya satu-dua bintang,
semoga sang pemuja dapat bertemu pujaannya.
No comments:
Post a Comment