Tanggal 10 Januari 2013 kemarin entah kenapa jadi salah satu dari sekian banyak hari menyenangkan yang gue alami. Mungkin karena jadi hari terakhir UAS juga di smester 3. Tapi kayaknya enggak se-sederhana itu deh.
2 hari perubahan terlalu ekstrim sempat gue lewatin di sebelum tanggal 10 itu. Mungkin karena udah terlalu terbiasa dan rasa nyaman yang dirasa, yang akhirnya ngebuat gue jadi kacau dan kehilangan dan nelangsa dan menyedihkan dan sedikit malu-maluin kayaknya. I have to admit, I'm lost
Mungkin orang lain enggak tau apa yang terjadi, ya enggak penting juga sih mau tau atau enggak. Tapi gue yang ngalamin, ngerasa beberapa hari kemarin itu kaya jungkir balik. Dan di tanggal 10 itu semua kembali dan rasanya bersyukur dan bahagia enggak ketulungan. Beberapa pihak yang enggak ngerasain mungkin nganggep semuanya berlebihan; tapi enggak perlu lah ditanggapin.
Menyadari bahwa proses kehilangan adalah salah satu hal dari sekian banyak hal yang menyakitkan. Kemarin-kemarin gue coba menghalau segala cara buat menolak rasa kehilangan yang datang, tapi enggak bisa, sama sekali :') sepintar-pintarnya gue menutupi apa yang dirasa, tapi pasti ada bagian dimana gue enggak bisa memungkiri untuk menutupi dan jadi kaya dead woman walking. Lalu ketika akhirnya kami kembali, gue bisa ngerasain rasa kayak seorang Ibu yang udah lama kehilangan anaknya, atau seorang sahabat yang atas nama waktu harus berpisah dan atas nama waktu pula mereka kembali, atau mungkin seorang pasangan yang udah lama pacaran terus putus terus menemukan jalan lagi; seneng banget; informal tapi terikat.
Ada beberapa hal yang gue rasa selama satu hari itu, macem-macem dan semua kumpul jadi satu. Tapi yang gue enggak habis pikir sih tentang beberapa kebetulan. Kebetulan yang lucu namun direncanakan.Ya bukan direncanain gue yang jelas -_-
Pada hari itu semesta berkonspirasi, mengaitkan kami. Mulai dari mimpi yang jadi kenyataan; buka pager kosan dan cengo tapi pura-pura kalem karena baju kita warnanya sama; langit yang kayanya enggak tahan pengen bocorin hujan tapi karena ada kita seakan mereka jadi menahan semuanya; surat dengan pena pinjaman darinya yang seharusnya enggak diketahui malah entah kenapa bisa sampe di gue; dan kayanya masih ada tapi itu yang paling mencolok.
Mungkin keliatannya sederhana, tapi menurut gue sih enggak. Terlalu banyak kebetulan hanya dalam sehari, gimana gak gue amazing coba? Sekarang semuanya kembali. Gue kembali ceria, kembali seperti sedia kala, dan entah sampai kapan. Semuanya balik lagi jadi lucu, setelah beberapa hari dunia seakan kehilangan hal-hal yang bisa ditertawakan.
And I officially thank to the universe. That day really belongs to me.We belong to that day! :D
No comments:
Post a Comment