
Tentang Athena yang sedang berjalan-jalan tanpa teman di pinggir jembatan. Jembatan besar. Berbalut jaket panjang merah muda dan sepatu boots kecil yang cerah berwarna kuning, melindunginya dari hawa sore yang dingin.
Pikirannya terus berputar tanpa henti, potongan-potongan kisah pasang-surut dalam hidupnya. Athena kecil memikul cerita yang begitu besar, dimana orang tak akan pernah menyangka, tak akan pernah tahu, pun peduli.
Lambat-lambat ia menerawangi sungai, dengan matahari redup mengikutinya dari sebelah barat. Ia berhenti sejenak, dan melihat beberapa gelembung sabun berterbangan. Pikiran bocah itu seketika berhamburan. Athena menggelitik badan jalan bersama sepatu kecilnya yang bergerak menuju penjual gelembung sabun di ujung jembatan.
Sekarang ia tak sendiri, satu buah kotak sabun berada dalam genggaman. Ia mendapat akal.
Ia berjalan menuju bibir danau. Disini, tempat bercermin, dan tempat penyembuh batin.
Keceriaan yang tiba-tiba mengiringi hatinya, sesaat membuatnya larut bersama gelembung-gelembung yang melayang. Tertawalah ia di atas rumput-rumput hijau, disaksikan seorang dewa-dewi yang tak tampak sedang ikut berbahagia dari dasar danau.
Athena pun terdiam dan memejamkan mata. Banyak doa yang ingin ia sampaikan pada Tuhannya, tapi sungguh gadis kecil berhati putih ini memiliki cara yang lain untuk menyampaikan kebutuhan hatinya. Sesaat ia mengaduk-adukkan kawat bintang yang sengaja ia pilih, ke dalam cairan sabunnya. Lalu ia menyiapkan sebuah-sebuah doa sebelum meniupkannya. Dan sekarang Athena tidak bersama gelembung sabun biasa, melainkan gelembung sabun doa. Gelembung sabun harapan dari seorang anak kecil yang menyandu luka dalam.
Selesailah ia hingga senja menjemput. Setidaknya Athena sudah tahu cara untuk bertahan, paling tidak, untuk menyambung napas kebahagiaannya, di hari itu.
Harapan terakhir dalam gelembung terakhirnya adalah, semoga bintang-bintang itu tetap bertahan di angkasa, seperti bintang yang sebenarnya tak pernah benar-benar redup. Tetap terbang melindungi harapannya dalam balutan sabun yang bersinar, menuju Tuhannya yang menunggu di atas sana.
No comments:
Post a Comment