Aku tahu sesuatu tentang sebuah senjata tajam berjenis pisau, milik Helen dari Troya.
Pisau itu terbungkus sarung yang terbuat dari kulit yang sudah usang, dianyam dengan perunggu. Tidak keren, tidak mewah. Gagangnya terbuat dari kayu yang diampelas halus. Bilah segitiga sepanjang delapan belas inci - terbuat dari perunggu mengilap. Ujungnya amat tajam. Bilah belati yang mengilap mampu memberikan pantulan yang sempurna terhadap apapun yang menghadapnya.
Helen menamainya Katoptris, yang berarti cermin.
Tiba-tiba teringat pada masa dimana aku ternyata juga memiliki Katoptris. Aku mampu melihat diriku seutuhnya yang terpantul pada bilah belati. Ia bagaikan cermin, cerminku. Dimana rasanya ia mengupas habis dan mampu memberikan seluruh gambaran diriku darinya.
Aku melihatnya bukan seperti pisau biasa yang mungkin mewah diluar. Ya, mungkin atau entahlah, ia terbalut sarung kulit yang juga usang, tapi aku meyakini, bahwa Katoptrisku adalah pisau yang kuat, dan tajam. Pisau ini memiliki nilai didalamnya, namun hanya segelintir orang yang mampu melihat. Pisauku berbeda, Katoptrisku berbeda.
Dan aku juga menyadari, belati yang mampu menjadi cermin itu ternyata juga mampu menghunusku. Ujungnya yang tajam memastikan kekuatannya yang mampu menembus urat nadi dan menusuk hingga dasar jantung. Ku akui, Katoptrisku telah menghunusku (apapun alasannya).
Dan satu hal lagi yang harus ku akui, Katoptris(ku) itu, adalah dirimu.
No comments:
Post a Comment