Wednesday, May 08, 2013

Jengah

Seperti kehampaan yang sengaja tak dibiarkan penuh

Seperti kekosongan yang menakdirkan diri setia pada yang tak terisi

Seperti hidup yang menunggu mati

Terima saja kenyataan: kita tak pernah bertemu di satu titik nadir

Mengucap sumpah senyawa-sejiwa, sembari tak henti bersitegang tentang apa saja

Abaikan lelah mencinta atas dasar ingin tetap bersama

Kita lupa, bahwa hati pun punya masa

Dan kata ‘selamanya’, tak pernah benar-benar selamanya

Selebihnya,

Aku

Kamu

Hanyalah kesia-siaan yang terbiasa saling melukai

Hingga rasa ini memilih mati




Ruth Dian Kurniasari, 8 Mei 2012

No comments:

Post a Comment