Seperti kekosongan yang menakdirkan diri setia pada yang tak terisi
Seperti hidup yang menunggu mati
Terima saja kenyataan: kita tak pernah bertemu di satu titik nadir
Mengucap sumpah senyawa-sejiwa, sembari tak henti bersitegang tentang apa saja
Abaikan lelah mencinta atas dasar ingin tetap bersama
Kita lupa, bahwa hati pun punya masa
Dan kata ‘selamanya’, tak pernah benar-benar selamanya
Selebihnya,
Aku
Kamu
Hanyalah kesia-siaan yang terbiasa saling melukai
Hingga rasa ini memilih mati
Ruth Dian Kurniasari, 8 Mei 2012
No comments:
Post a Comment