Manusia itu memiliki siklus hidup, dimana ia punya suatu proses berulang dalam hidupnya. Dan di tiap tahapannya itu terkadang memiliki penanganan yang berbeda. Aku juga mengalaminya, dan sekarang sedang ku alami.
Manusia akan cenderung lebih rapuh mengenai perasaan. Pun aku begitu. Lebih tepatnya, tentang hati dan cinta. Iya, cinta.
Aku berada di titik ini lagi. Rasanya baru kemarin, sekarang sudah disini lagi.
Suatu titik dimana aku harus mengosongkan segala pikiran dan hati dari apapun yang sebelumnya mengisinya. Suatu titik dimana mau tidak mau harus ku jalani, suka tidak suka, dan memang aku harus melaluinya, kuat tidak kuat. Suatu titik dimana aku harus berdiri setegak-tegaknya, dengan perlahan namun pasti. Suatu titik dimana aku harus berdiri, sendiri, dan menolak mencari bantuan dari "siapapun". Bukan karena tidak mau, tapi inilah penanganan dalam tahap yang sedang ku lalui. Kecuali, kecuali bantuan itu datang sendiri.
Dan yang selalu ku sadari, jika aku boleh mengatakan, proses ini adalah proses paling menyakitkan yang pernah ada. Proses menyakitkan yang dengan ikhlas harus ku terima. Proses dimana aku berada di tengah keseimbangan, diantara jurang kelabilan, dan jurang kedinginan. Jurang kelabilan adalah jurang dimana aku tidak berada di tengah titik, aku tidak berpikir jernih, terombang-ambing. Jurang kedinginan adalah jurang dimana aku mendinginkan seluruh emosi, aku mematikan sumbu emosiku sendiri untuk menghadapi ini semua; aku mati rasa. Tapi aku tak di keduanya. Ya inilah, proses dimana aku berdiri sendiri, perlahan, tetap di tengah.
Jikalau ada hal yang menggoyahkanku adalah satu, arah. Arah mana yang harus ku lewati. Di setiap persimpangan aku selalu menemukan banyaknya cabang jalan. Aku hanya takut, takut salah jalan.
Dan diujung proses nanti, satu hal yang pasti adalah aku akan menarik napas lega, kepala yang tegak, dan tersenyum dengan segala kerendahan hati menengok kembali ke belakang untuk sesaat sebagai referensi hidupku selanjutnya. Aku kembali dengan hati yang baru namun seperti aku yang lama. Seperti Risty yang biasanya. Tidak ada yang berubah.
:)
No comments:
Post a Comment