Tuesday, May 07, 2013

Kepada Wanita yang Menyandu Luka

Barangkali memang kedua ceruk bola matamu ditahbiskan untuk menampung lelehan duka sepanjang umur
Tanpa kau tahu, berkat genangan air matamulah padma hitam kian tumbuh subur, dan tanah tempat kaki lelakimu berpijak selalu gembur

Barangkali memang tak ada benang merah yang menakdirkan wajahmu merangkum senyum
Tanpa kau tahu, kerat luka-lukamulah yang menguatkanmu, menjadikan ketabahan sebagai kawan yang lebih karib daripada saudara

Barangkali memang kesetiaan kepada yang tak setia telah membuatmu kebal melumat caci maki bibir-bibir yang belum mengenal apa itu cinta
Cinta yang bagimu tak meraba kata berbalas
Cinta yang bagimu tak menyentuh kata memiliki
Cinta yang bagimu tak semanis gulali
Cinta yang bagimu berarti menyemai benih gandum, walau lelakimu menjadikannya taruk-taruk ilalang


Barangkali, kelak lelakimu akan menyadari, bahwa ada hati yang mencintainya dengan sungguh
Barangkali, kelak lelakimu akan menyadari, bahwa pertikaian yang ia sebabkan hanya akan menjadikannya dan dirimu tak lebih dari abu dan arang
Barangkali, kelak lelakimu akan menyadari, bahwa wanitanya telah lama memeluk duka


Dan ketika ia datang mengemis cinta, wanita yang menyandu luka ini, telah telanjur mati rasa



Ruth Dian Kurniasari, 28 Agustus 2012

No comments:

Post a Comment